Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

04 October 2016

Minggat sebentar dari Kota Jogja ke Kaliurang

Kadang jenuh berada di Kota Jogja, kota Jogja beneran bukan kota jogja coret yaaa... kalau ditanya kenapa? jawabannya ya... macet, ramai, panas mungkin jadi alasan, tetapi memang inilah yang dirasakan oleh saya tentang Kota Jogja saat itu, sampai bingung kapan Jogja bisa lengang?..

Jogja lengang pas gak musim liburan, nek pas musim liburan cari tiket aja susahnya minta ampun padahal mau pulang ke rumah sendiri... Jogja juga lengang pas gak banyak orang kantoran ngabisin budget anggaran tahunan dengan alibi rapat di Jogja... hee.. tenanan iki.

Saya dan keluarga (pernah) tinggal di Jogja, tepatnya di daerah selatan keraton Yogyakarta, cukup sepi dan lengang, mbiyen...., karena bukan kawasan yang banyak turisnya. Di suatu weekend dan Jogja ternyata yo.. lagi njelimet kepikiran cari tempat yang enak buat minggat sebentar tapi ga jauh-jauh (maklum, konangan minggat seko DIY tanpa izin atasan Surat Peringatan menunggu).... akhirnya diputuskan minggat sebentar ke Kaliurang.

Kaliurang ini letaknya di lereng gunung Merapi, bukan jalan kaliurang bawah yang ramenya kaya mbuh.. dulu hawanya mantap di jalan kaliurang bawah ini.. isih ngeling-eling jaman 10 tahun kepungkur... aku sih pit-pitan cah ning Jakal. Walaupun beberapa kawasan di Kaliurang pernah hancur dilanda awan panas pasca erupsi Gunung Merapi.

Lokasi yang saya singgahi adalah Sambi Resort, jika ditanya kok kesini? jawabnya sederhana.. karena dikasih tahu teman saya "Tony si Raja Minggat" tapi "minggat apik lho ya", kalo tanya lokasi bagus tempat minggat bocahe mesti ngerti...

Sambi Resort berada di Jalan Kaliurang KM 19,2 lokasinya sudah mendekati pintu masuk kawasan wisata kaliurang dan sudah melewati Universitas Islam Indonesia. Sambi Resort berada di sebelah kanan jalan, masuk dulu ke kawasan Desa Wisata Sambi. Lokasinya hijau dan hawanya sejuk.


Sambi Resort
Sambi Resort menawarkan beberapa kegiatan selama minggat, tapi saya hanya menginap, makan dan paling leyeh-leyeh.. ada fasilitas outbond, tapi tidak dilakukan karena selain malas, anak saya waktu itu juga masih kecil.




Yang paling menyenangkan adalah ada gubug yang berbatasan langsung dengan hamparan sawah yang luas, menjadikannya tempat yang tepat untuk sekedar bersantai. kalau pengen lebih ekstrim bawa tikar, trus minta pelayannya nganter makanan di situ nek isooo..



Ketemu Tony, teman saya *si raja minggat* lagi leyeh-leyeh bareng keluarganya

Rumah Bambu, untuk keluarga

Di Sambi Resort, saya waktu itu menggunakan kamar biasa yang jendelanya kalo dibuka lebar-lebar adanya sawah doang.. Makannya 3 kali sehari juga oke, overall menyenangkan minggat sehari disini..

Beberapa spot lain yang menarik yang juga patut dijadikan tempat minggat :
- Queen of The South, hotel dengan pemandangan pantai laut selatan.
- The Cangkringan Jogja Villa & Spa, ada private pool
- Kalyana Resort, renang sambil lihat lembah dan mendengar siulan burung wiwik unciung..

Link Bermanfaat :
- Sambi Resort

Ojo bingung nek arep minggat apik...minggat wae... 

02 October 2016

Mengenang Sejarah Indramayu Kota Budaya Lewat Pentas Seni

Semarak PON (Pekan Olahraga Nasional) tahun 2016 belum habis di Indramayu, masih bulan Oktober, perhelatan hari jadi kabupaten Indramayu yang ke-489 yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2016 juga masih meriah, lampu-lampu hias warna-warni masih terpasang di sepanjang jalan menuju Pendopo Kabupaten Indramayu. Umbul-umbul dan spanduk juga masih terpasang menggugah mata dan hati untuk terus mengingat ulang tahun kabupaten yang terkenal dengan mangga ini.

Di beberapa waktu sebelumnya Indramayu riuh dengan semarak HUT Republik Indonesia ke 71, seluruh warga berbondong-bondong memperingatinya dengan cara yang berbudaya dan sudah mengakar, panjat pinang... meniti bambu, untuk meraih hadiah kemerdekaan, disaat di daerah lain mungkin sudah dilupakan.

Budaya panjat pinang saat di Indramayu

Meniti bambu di Indramayu

Revitaslisasi Indramayu menjadi kota budaya dan melek pariwisata juga masih belum selesai, beberapa lokasi wisata ditingkatkan, dipugar menjadi lebih baik, lebih mudah diakses, lebih berbudaya... Acara-acara yang menarikpun dibuat, seperti festifal Tjimanoek yang salah satu acaranya adalah pentas seni tentang budaya. Beberapa pentas seni ditampilkan, yang juga mengusung kreatifitas tinggi..

Pentas seni Festifal Tjimanoek 2016
Satu yang menarik adalah kala itu istri saya sedang berdiri di dekat bagian sound mixer dan sound system, riuh suara masih terdengar menggelegar ketika MC berbicara, namun istri saya melihat bahwa ada beberapa kontestan pentas seni yang terlihat gusar, ternyata soundya trouble, entah lagu pengiringnya (backsound) tak bisa terdengar atau player yang disediakan tidak support. Dia menghampiri saya dan berbisik, kamu bawa laptop? ya... jawab saya.. yuk bantuin di tempat sound, ada trouble.. kasihan kalau acaranya gak lanjut karena mungkin music playernya gak support... 

Ternyata budaya baik itu masih ada, dan itu ada di Indramayu.. sejenak saya cek dan ternyata memang untuk memutar backsound tersebut perlu music player khusus yang bisa saya download secara cepat dengan jaringan 4G. Indramayu juga sudah melek teknologi... Akhirnya, pentas seni pun berjalan dengan lancar... saya jadi music engineer sesaat buat Indramayu..

Sehari menjadi music engineer

Yang penting suara bisa terdengar, pentaspun lancar

Bermacam-macam cerita yang ditampilkan di pentas seni untuk anak-anak tersebut, tapi yang paling berkesan bagi saya adalah tari topeng dan sejarah tentang Indramayu.. Tari topeng merupakan tarian khas dari Indramayu yang pada waktu itu berhasil dibawakan apik oleh anak-anak penari.. Selain itu ada tari-tarian khas Jawa Barat lainnya yang ditampilkan

Pentas seni Babad Indramayu

Pentas yang menarik bagi saya, adalah sejarah tentang Indramayu, tak sedikit orang yang mengerti sejarah dan budaya di Indramayu, kenapa ada patung kijang di Indramayu, selain patung mangga. Saya sampai terbawa suasana, sejarah singkat nama Indramayu berasal dari nama Nyi Endang Darma yang pada waktu itu kalah adu kesaktian melawan Raden Aria Wiralodra yang sedang dalam perjalanan mencari lembah Sungai Cimanuk, penduduk pertama Indramayu yang saat bertapa mendapat wangsit "bila ingin bahagia, carilah Sungai Cimanuk, bangunlah padukuhan dan menetaplah disana."

Saat mengakui kekalahannya Nyi Endang Darma terjun ke Sungai Cimanuk dan menolak ajakan Raden Aria Wiralodra untuk membangun bersama, permintaannya “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakanlah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”..Pedukuhan itu dinamakan “Darma Ayu” yang di kemudian hari menjadi “Indramayu”

Patung Kijang yang diabadikan di salah satu bundaran Indramayu

Tak terasa, adzan Dhuhur pun berkumandang dari Masjid Agung yang berada di sebelah Pendopo Kabupaten Indramayu. Arsitektur Masjid Agung ini unik dan mengusung perpaduan Budaya Islam dan Budaya Indramayu, terlihat dari bentuk atapnya dan pilar-pilar di dalam ruangannya. Satu kata untuk masjid ini adalah... Menyejukkan... Ya, menyejukkan jiwa dan raga... 


Masjid Agung Indramayu


Mungkin ini juga menjadi simbol Indramayu Berbudaya, ya banyak sekali pengajian dilakukan di Indramayu

Tak jauh dari bantaran kali Cimanuk, ada salah satu tempat makan yang asik, walaupun menunya sederhana dan bukan seafood andalan Indramayu, tempat makan yang otentik... menunya hanya Nasi Lengko. Nasi putih dengan potongan tahu, timun dan dibalur bumbu kacang... sedaaap..

Nasi Lengko tambah kerupuk udang khas Indramayu


Warung Nasi Lengko pinggir Cimanuk


Mau pulang, jalan diblokir.. Ini sudah menjadi Budaya di Indramayu, arak-arakan atas keberhasilan khitan anak menjadi penting bagi masyarakat Indramayu, tentunya ini juga menjadi magnet tersendiri bagi wisata Budaya Indramayu.




Karena masih lapar, saya dan rekan-rekan menjelang sore, makan di pinggir pantai dengan menu seafood...

Seafood, menu khas Indramayu


Masih banyak suguhan Budaya Indramayu dan suguhan pariwisatanya, misal pantai Karangsong yang terkenal dengan hutan bakaunya, pantai Tirtamaya yang terbentang luas menghadap laut Jawa dan pantai Balongan Indah, venue PON yang telah direvitalisasi menjadi kawasan wisata.

Pantai Balongan Indah

Pantai Karangsong


Jika anda penggemar matahari terbit, matahari terbenam dan indahnya bulan purnama, saya rekomendasikan anda untuk mengamatinya di Indramayu... tak percaya? cobalah..

Maju terus Indramayu...

Indramayu, Jawa Barat

01 October 2016

Pantai pasir putih di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara

Tidak sengaja saat saya sedang membuka-buka file foto-foto lama di hard disk eksternal saya, terlihat satu folder dengan judul Baubau.. sempat bergumam sejenak, apa ada foto-foto bagus waktu ke Bau-Bau dulu? karena memang ke Bau-Bau bukan untuk travelling tapi kunjungan kerja, ternyata benar dugaan saya.. gak banyak foto bagus, hanya beberapa foto saja. Tetapi tidak apalah, sedikit foto sudah dapat menggambarkan keindahan Baubau yang berada di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara ini.


Kalau masih ingat isi RUPL (ketauan banget jadulnya), Buton adalah pulau yang terkenal dengan aspal alam. Ternyata tidak hanya aspal alam saja yang terekenal. Benteng Wolio juga termasuk benteng terbesar di Indonesia, Bau-bau juga memiliki pemandangan yang indah...

Perjalanan ke Bau-Bau waktu itu saya lakukan di tahun 2011, yah memang sudah cukup lama dan saya juga lupa kalau masih menyimpan foto tersebut. Dari bandara Sultan Hasanuddin, Ujung Pandang, Sulawesi Selatan kami menggunakan pesawat Wings Air jenis ATR72-500. Perjalanan sendiri memakan waktu sekitar 50 menit. Rute pesawat ini seingat saya adalah Ujung Pandang-Baubau-Wakatobi PP. Sehingga apabila anda berencana untuk travelling ke Wakatobi untuk menyelam, kemungkinan besar akan transit dahulu di Baubau.




Bandara Bau-Bau atau dikenal dengan nama Betoambari, terletak di dekat laut, momen saat akan turun atau naik cukup menegangkan.



Bandara Betoambari ini termasuk bandara yang sederhana, dan tidak semegah bandara-bandara lain. Namun disinilah termasuk cikal bakal ekonomi masyarakat Buton, selain transportasi lautnya. Di satu senja saya sempat memotret kapal Pelni yang akan berlabuh di pelabuhan Baubau, terbayang di benak saya besar sekali Indonesia ini.


Selama di Baubau, saya sempat ke beberapa lokasi seperti ngopi di bukit yang dimana kita bisa melihat teluk dan kota Baubau. Yang membuat terkejut waktu mengikuti sholat jumat, mungkin karena penyebaran islam di sini berasal dari kerajaan Buton sehingga ada prosesi seperti pemindahan tombak, yang mungkin tidak dapat dilihat di lokasi lain. Tentunya saya juga ke pantai sekalian menikmati makan di restoran Lakeba, saya tepatnya di mana tapi lokasinya dekat dengan bandara. Perjalanan kembali dari Bau-bau kami menggunakan express air, dengan jenis pesawat ATR juga.




Saya rekomendasikan untuk makan ikan hasil laut di Baubau, karena segar dan rasanya mantap.. ditambah dengan sambal khas yang berisi bawang merah dan cabai, hati-hati pedasnya....

Untuk menginap, saya sudah lupa tempatnya.. yang teringat hanya letaknya di atas bukit dimana kita bisa memandang panorama indah dari teluk.

Pemandangan Teluk dan Pelabuhan Bau-bau dari penginapan

Pelangi di Bau-bau

At last but not least... sempatkan melihat sunset disana... Gradasi warnanya menawan...

Sunset di Bau-bau


So.. sempatkan liburan...

27 September 2016

Tips di Terminal 3 Ultimate - Soekarno Hatta International Airport Jakarta

Awal September 2016 saya berkesempatan mengunjungi Palembang untuk kesekian kalinya. Karena sudah tahu akan ke Palembang, sejak bulan Juli sudah mencari tiket promo, jatuhlah pilihan ke maskapai Garuda Indonesia.

Ternyata belum genap 100 hari, hanya Garuda Indonesia saja yang beroperasi di Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta International Airport, saya singkat T3U aja ya karena T3 awalnya sudah digunakan untuk Airasia, Lionair dan sempat Mandala... Walaupun belum seluruh operasional Garuda di T3U, untuk domestik check in dan penerbangannya sudah pindah ke T3U. Sedangkan untuk internasional check in di T3U lalu pindah ke Terminal 2 untuk keberangkatan internasionalnya. Per 1 Mei 2017 seluruh penerbangan Internasional Garuda Indonesiasudah dilakukan di T3U tetapi  tidak termasuk penerbangan codeshare, walaupun berkode GA tetapi karena parkirnya masih di Terminal 2 ya tetap harus pindah, misal KLM, China Eastern, Vietnam Airlines.

Terminal ini diharapkan bisa menyaingi bandara internasional negara tetangga dan mengangkat nama Indonesia baik di bidang transportasi udara juga bidang pariwisata.

Lukisan Soekarno Hatta

Saya ke bandara menggunakan bus Damri dari Gambir, yang ternyata T3U merupakan pemberhentian pertama saat bus sampai di airport, kami turun di level atas (keberangkatan) bisa pintu 3 atau 4 atau 5. Kesan pertama saat sampai di T3U ya... besar.. mirip Changi minimalis..walaupun saya senang dengan karakter bangunan di T1 dan T2 yang sangat Indonesia.

T3U saat saya menulis ini, di awal masa operasi perdana, masih banyak yang belum selesai dan sedang dalam tahap pengerjaan. Namun demi mengangkat nama Indonesia.. ini termasuk salah satu upaya yang baik.

Berikut beberapa tips di Terminal 3 Ultimate :

Departure / Keberangkatan
Departure Hall atau area keberangkatan berada di lantai paling atas dari T3U, saat turun dari kendaraan kita langsung masuk ke check in hall.

Check In Hall
Check in hall terdiri dari beberapa grup meja check in, untuk para member sky team bisa mengambil chek in counter di area F. Di sebaliknya ada meja check in khusus sky team elite platinum, first class dan kelas bisnis. Kalo yang ekonomi silahkan pilih sisanya, hehehe....

Favorite Spot
Salah satu spot favorit saya ada diantara check in counter.. kenapa karena dingin, haha... pas diantara saluran AC.
 

Terdapat juga ruang tunggu yang berada di depan outlet makanan, di area tersebut bisa digunakan untuk istirahat sejenak seperti saya karena gate keberangkatan belum ada di boarding pass.. ya ditunggu sambil ngopi-ngopi dan makan hasil beli di stasiun Gambir.


Selain itu terdapat beberapa tempat yang cukup penting diantaranya :

ATM
Lokasi ATM paling banyak berada di area kedatangan (di bawah) di sekitar pintu 5. Sedangkan di area keberangkatan ada di dekat mushola diantara konter makanan. Selain itu ada juga ATM di sebalah kiri area keberangkatan, berdampingan dengan self service check in kiosk.

ATM sekitar kiosk

ATM bank-bank link

ATM Center, di sebelahnya ada toilet


Musholla & Toilet
Bagi umat muslim yang akan mengerjakan sholat, musholla di area keberangkatan ada di beberapa tempat, yang pertama di sekitar check in hall dan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Yang kedua di sekitar gate keberangkatan 14-15 dekat dengan travelator.

musholla di check in hall


Musholla ada di ujung kanan dari area keberangkatan. Di ujung lorong sebelah kantor Garuda Indonesia (dulu).

Arah ke musholla, lorong sebelah kantor Garuda Indonesia

Di area kedatangan juga ada kok musholla, cuma agak sulit menjelaskan tempatnya dimana yang sedikit sulit dideskrispsikan. Lebih baik tanya dengan petugas saja untuk di area kedatangan.

Untuk Toilet juga tersedia di dekat ruang tunggu depan outlet makanan dan sekitar gate keberangkatan.

Setelah selesai urusan check in, kita beranjak ke ruang tunggu dan pintu keberangkatan, dari check in hall ke arah kanan mengikuti petunjuk lalu ke kiri hingga ketemu eskalator turun. Bagi yang bisa masuk lounge, ada lantai khusus lounge yang berada diatas pintu keberangkatan, jadi cukup turun satu lantai dari area keberangkatan.. saya dapat Gate nomor 16 yang ternyata letaknya jauuh.. lumayan nambah kencang ni betis...

Pameran Kerajinan Indonesia

Wonderful Indonesa.. ya memang...

Ruang Tunggu Keberangkatan


Di area ruang tunggu keberangkatan, disediakan travellator untuk mengurangi langkah dalam berpindah, konsep ini bagus juga..


Walaupun ada trvellator, saran saya sebelum anda masuk ke pintu keberangkatan ada baiknya tanya jaraknya ke petugas check in dan sangat disarankan untuk membawa stroller bagi anak balita juga kursi roda buat lansia atau yang sedang sakit tidak bisa jalan terlalu jauh.

Sesampainya di sekitar pintu keberangkatan, saya melihat ada beberapa baris kursi yang unik, lagsung saja saya coba..



Pemandangan dari kursi tersebut langsung ke arah apron, dimana pesawat berhenti.. sejenak anda bisa menikmati tontonan live kegiatan di airport tanpa harus nonton Natgeo, hehe... tapi cukup panas karena menghadap matahari langsung dan hawa dingin AC ternyata terkalahkan.



Finally, setelah menunggu cukup lama akhirnya berangkat..


Arrival / Kedatangan
Setelah beraktifitas di Palembang, waktunya kembali ke Jakarta.. karena sudah beli tiket PP Jakarta-Palembang jadinya turun pun di Terminal 3 Ultimate. Ternyata pesawat saya mendapat jatah parkir remote langsung di depan terminal sehingga keluar via garbarata (bener gak sih sebutannya?). Setelah keluar dari pesawat kita diarahkan melewati tempat transit baik transit ke penerbangan internasional dan penerbangan domestik.


Saran saya,  bila anda membeli tiket yang connecting untuk maskapai Garuda namun terpisah tidak langsung beli tiket transit, berikan waktu yang cukup untuk transit pindah penerbangan.. karena jauh, apalagi untuk ke penerbangan maskapai internasional (codeshare) masih dilayani di Terminal 2.
 
Lajur kiri untuk ke transit, lajur kanan untuk ke pengambilan bagasi

Baggage collection area
Pengambilan bagasi di  T3U di area baggage collection area, conveyornya cukup unik.


Akhirnya setelah selesai dan bagasi terambil semua, saya keluar menuju pemberhentian bus Damri yang letaknya sebelah kiri T3U paling ujung, untuk T3U, Damri ke Jakarta merupakan pemberhentian terakhir (sekitar pintu 5 kedatangan T3U), sehingga sering penuh.

Shuttle ke Terminal 1 dan Terminal 2 (di lantai keberangkatan)


Tips :
- Untuk ke terminal 2 bisa menggunakan airport train (tempatnya ikuti petunjuk saja), atau dengan shuttle bus yang bisa ditunggu di sekitar pintu 4 keberangkatan.

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com