Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

Showing posts with label Singapura. Show all posts
Showing posts with label Singapura. Show all posts

24 March 2019

Prayer Room di Changi Airport, Hong Kong Airport, Taoyuan Airport

Setelah post tempat Sholat Jumat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, saya berkesempatan untuk berkunjung ke beberapa bandara lain yang ternyata sudah mulai menyediakan tempat ibadah, tapi ini masih di kawasan Asia. 
  • Changi International Airport, Singapura
  • Hong Kong International Airport, Hong Kong
  • Taipei Taoyuan International Airport, Taipei, Taiwan

Tentunya bagi wisatawan muslim, ini menjadi daya tarik tersendiri karena selain menjadi bandara tujuan, seringkali bandara tersebut merupakan bandara transit kalau sedang perjalanan. 

Changi International Airport, Singapura
Di bandara Changi, hampir di setiap terminal disediakan prayer room. Kali ini saya berkesempatan landing dan transfer (layover) setelah penerbangan menggunakan Scoot, di Terminal 2. Untuk kalian yang akan melaksanakan sholat bisa ke area transfer. Di dalam prayer room juga disediakan tempat wudhu jadi tidak ribet kalau mau wudhu.

Prayer room di Changi (Terminal 2)

24 November 2018

Pengalaman Naik Scoot Boeing 787 Dreamliner Taipei - Singapore

Sewaktu summer break atau liburan musim panas sewaktu di Taiwan, ada kesempatan untuk kembali ke Indonesia walaupun hanya sebentar, tentunya kesempatan ini tidak disia-siakan. Berlanjutlah kepada aksi membeli tiket dan menentukan pilihan pada maskapai LCC, jatuh pada Scoot yang kala itu penerbangannya paling pagi dari Taiwan dan sampai pada hari itu juga -tanpa perlu layover atau menginap di bandara transit, sampai tujuan masih pagi hari di Jakarta. walaupun harus transit di Singapura, tak apa.

Boeing 787 Dreamliner, Scoot

12 May 2018

Menginap di Zenrooms Hong Kong Street, Singapore

Sewaktu mempersiapkan diri untuk mengikuti even lari marathon saya di Standard Chartered Singapore Marathon 2018, hal yang menjadi perhatian saya pertama kali adalah tempat menginap. Karena hotel di Singapura tergolong cukup menguras kantong jadi saya memilih untuk menggunakan Zenrooms kembali dan memilih tipe yang lebih murah dari sebelumnya.


Zenrooms Hong Kong Street Singapore sign

01 January 2018

Pengalaman Terbang Singapura - Jakarta dengan Scoot

Sejak pertengahan tahun 2017, Tigerair sudah berubah namanya menjadi Scoot namun kode penerbangan mereka tetap dengan kode TR. Kala masih sendiri-sendiri yaitu Tigerair dan Scoot Saya pernah mempunyai pengalaman terbang bersama anak saya dengan Tigerair, namun belum pernah dengan Scoot. 

Pasca bergabung, saya mempunyai kesempatan setelah menamatkan Full Marathon di Standard Chartered Singapore Marathon 2017 untuk kembali ke tanah air dengan menggunakan maskapai Scoot.

Airbus A320 dengan livery flyscoot.com


30 December 2017

Melihat Ikon Singapura "Merlion" di Sore Hari

Merlionnya mandi Bang...

Sebuah pesan elektronik dari rekan saya yang bermukim di Singapura masuk ke ponsel saya yang kala itu kami sedang dalam perjalanan dari halte bus Bugis Stn ke halte bus UOE Bayfront, salah satu halte terdekat dengan patung Merlion.

Saya saat membaca pesan itu masih bingung, Merlion mandi?? Tapi karena dengan anak saya jadinya saya cuma bilang aja.. Merlionnya lagi mandi ya... dia pun sepertinya bingung dan mengulang kata-kata saya, Merlion mandi ya..

Merlion take a shower

Setelah turun mendekat ke patung Merlion, barulah kami tahu bahwa ternyata sedang dalam tahap maintenance sehinggga untuk mengobati kekecewaan pengunjung dibuat cerita kalau sedang mandi.

26 December 2017

Berlari Marathon di Standard Chartered Singapore Marathon 2017 - a first-timer story

Hmm... mulai dari mana ya?... Karena perasaan saya campur aduk, bukan karena bisa ke Singapura atau mengikuti even lari Standard Chartered Singapore Marathon 2017 yang dilakukan di luar negeri tetapi karena saya berhasil mencatatkan suatu pencapaian yang bagi saya mustahil, bahkan perasaan galau itu masih ada satu minggu sebelum berangkat.


Perasaan itu muncul karena persiapan fisik saya yang tidak terlalu banyak, hanya mengikuti HM Jakarta Marathon 2017 dan 10K dalam Charity Run Festival 2017 dan berlari-lari ringan maksimal 3 jam selama 1-2 minggu sebelum Singapore Marathon dan sisanya disibukkan dengan beristirahat.. Terakhir hanya 5K sewaktu di Medan dua hari sebelum start.


KM 9 di Chinatown, Standard Chartered Singapore Marathon 2017

10 September 2017

Itenerary Short Trip di Singapura

Banyak yang tanya ke saya kalau cuma sebentar di Singapura bisa kemana aja sih? Saya jawab... Mau apa dulu?.... Misal hanya punya waktu sebentar di Singapura dan mau traveling sebentar?.. Misal sejatinya jadwal di Singapura untuk nonton konser, mengikuti even lari seperti Sundown Marathon atau Singapore Marathon, sekedar lewat atau transit saja di Singapura dan bosan kalau hanya di Changi saja?...

Mungkin itenary ini bisa memberikan gambaran untuk menentukan tujuan tempat wisata di Singapura yang bisa dinikmati cukup dengan waktu minimalis.

Biasanya penerbangan murah sampai di Singapura malam hari atau sampai dinihari, sedangkan esok sore atau malamnya sudah harus kembali ke Bandara atau keluar dari Singapura, bisa saja ke Johor atau justru ke Batam. Sehingga itenary ini dibuat dari pagi hingga sore hari.


Berfoto di Patung Merlion & Clarke Quay (estimasi 2 jam)
Bagi turis yang belum pernah ke Singapura, maka spot sekitar Merlion menjadi "tujuan penting" untuk sekedar berfoto atau posting di laman social media. Mengunjungi ikon Singapura ini tentunya membuat kita merasakan "really ever been in Singapore", benar-benar pernah di Singapura.


Patung Merlion


Stasiun MRT terdekat dari Merlion adalah Raffles Place, sedangkan halte bus terdekat adalah OUE Bayfront (ini tahun 2017), walaupun saya lebih suka turun di halte Opp S'pore Cricket Club, di seberang National Gallery tinggal jalan dikit. 

Tak jauh dari Merlion anda bisa ke kawasan Clarke Quay, bagi muslim dapat menyempatkan sholat di Masjid bawah tanah pertama di Singapura, Masjid Moulana Mohamed Ali yang berada di sekiar Raffles Place.

29 July 2017

Transportasi ke Jurong Bird Park

Sebelum akhirnya saya menulis ini, saya teringat kepada dua orang wisatawan asing, gak tahu dari mana asalnya yang jelas bisa berbahasa Inggris.. kala itu bertanya kepada saya di Terminal bus Boon Lay tentang transportasi untuk Jurong Bird Park, Singapura.

"Come on, follow me... " ujar saya, karena memang setelah capek ikut Safari Zoo Run di Singapore Zoo, saya dan anak saya yang sedang trip bersama berencana menggunakan voucher 50% diskon tiket masuk ke Jurong Bird Park.

Ke MRT Boon Lay
Percapakan itu terjadi di Terminal Bus Boon Lay, terminal yang berada di sebelah Stasiun MRT Boon Lay, Singapura. 

Walaupun bisa dengan taksi atau transportasi online, saya memilih untuk ke Jurong Bird Park dengan transportasi publik. Untuk itu, anda harus ke Stasiun MRT Boon Lay untuk kemudian jalan kaki ke Terminal Bis Boon Lay yang berada di sebelah stasiun. Stasiun MRT Boon Lay merupakan salah satu stasiun di daerah barat Singapura yang masuk jalur MRT East-West atau jalur hijau dengan kode EW27.

papan pintu tempat menunggu bus


Setelah sampai, segeralah berjalan kaki ke Terminal Bus, terminal busnya seperti mall, banyak toko-toko jualan makanan.

MRT Boon Lay


Naik Bus 194
Setelah sampai di Terminal Bus, bisa cari sedikit informasi. Bus yang melayani perjalanan ke Jurong Bird Park adalah bus nomor 194.


Jalur pemberhentian Bus 194

Jalur bus 194 ke Jurong Bird Park ini merupakan jalur memutar, jadi kalau kelewatan turun masih bisa ikut lagi turun di seberangnya, hehe..

Berth B8 tempat bus 194


Turun di halte Jurong Bird Park, merupakan halte pertama setelah pemberangkatan bus dari Terminal Bus Boon Lay, jadi jangan sampai kelewatan

Turis yang bertanya dan ke Jurong Bird Park

"Stop here to Bird Park"... kami pun menekan tombol stop turunlah kami.. Sampai juga di Jurong Bird Park.

Pintu masuk Jurong Bird Park

Nah, kalau sudah selesai gimana caranya kembali ke kota? Naik Bus ke Boon Lay dari seberang jalan yang tadi kita turun, menyeberang melewati underpass, karena bus 194 juga lah yang akan membawa kita ke terminal bus Boon Lay.


halte seberang Jurong Bird Park

Biayanya sekitar SGD 0,87 dengan kartu NETS Flash Pay / Ez-Link.. sedangkan anak saya gratis karena masih pakai concession card.


Tips :
Kalau dari Singapore Zoo rutenya :
  • Naik bus 927 dari Singapore Zoo ke halte terdekat dengan St. Cua Chu Kang, 
  • Jalan kaki ke stasiun 
  • Naik MRT ke Stasiun MRT Jurong East
  • Naik MRT ke Stasiun Boon Lay dan berjalan ke Terminal Bus Boon Lay, baru ikuti cara saya diatas..


Selamat melihat satwa di Jurong Bird Park...


04 June 2017

Naik Bus Dari Jurong East Singapore ke Legoland via 2nd Link

Setelah sebelumnya kami mencoba naik bus dari Singapura ke Johor Bahru dengan bus dari Queen Street Terminal yang berarti melewati jalur imigrasi 1st link. Kali ini kami mencoba ke Legoland dengan jalur yang sedikit berbeda. Via jalur imigrasi 2nd link.


Bus CW3 (Jurong East, Singapore - Johor Bahru via 2nd link)

Saya pikir jalur ini tidak ramai, tetapi ternyata termasuk jalur favorit para pemudik yang bekerja di kawasan industri sekitar Jurong dan Tuas. Jalur ini bisa dipilih bila anda sedang berwisata di daerah sekitar Jurong, misal sedang main di Jurong Bird Park.

Ke Jurong East MRT
Tempat bus bus ke Johor Bahru yang melalui 2nd link terletak di Jurong East Temp. Interchange Terminal, persis di sebelah Jurong East MRT (Green Line / East-West). Tips untuk naik MRT di Singapura bisa dilihat disini.

antri yang mengular ini menunggu CW3 atau CW4 lho..

Perasaan saya waktu sampai di terminal ini, wow.. keren karena terintegrasi.. turun eskalator MRT tinggal belok sedikit sampai deh di terminalnya.

Naik Bus CW3 atau CW4
Step berikutnya adalah naik bus ke Imigrasi Tg. Kupang Johor Bahru, via Tuas Checkpoint Immigration dan jalur penyebrangan Singapura-Malaysia 2nd Link.

CW3 dan CW4 di Berth B1

Mengurus Imigrasi
Setelah sampai di Tuas Checkpoint, kita turun dan mengantre, menyerahkan embarkation card untuk mendapatkan cap pasport keluar Singapura dan menunggu bus milik causewaylink yang ke arah Johor.

Setelah sampai Johor, kaget saya bukan kepalang, ternyata kantor imigrasinya kecil, tidak antre seperti di Singapura.. dan setelah diperbolehkan masuk Malaysia kami mencari tempat menunggu bus ke Legoland.
Menunggu Bus CW7L ke Legoland

Enaknya disini, kita tidak perlu naik turun tangga ketika di Imigrasi, baik di Singapura atau di Malaysia, sehingga tidak terlalu capek... Kalau capek menunggu antrian imigrasi mah pasti..

Naik Bus ke Legoland
Hampir sama dengan jalur 1st link SG-JB, ketika melalui jalur 2nd link, tidak ada bus yang langsung ke legoland, harus transit dahulu. Bus yang melewati Legoland ada 1 (per Mei 2019) yaitu :

  • Bus Kode CW7L, jalur Tg. Kupang CIQ - Legoland/Mall of Medini (pp), terus kalau mau ke Hello Kitty Land ya nunggu bus LM1 / Shuttle IP01 ke Puteri Harbour, Hello Kitty Land di kawasan Puteri Harbour itu.

Sekedar info dulu ada jalurnya ini, tapi sudah dihapuskan
  • (2019 dihapuskan) Bus Kode JPO2, jalur Tg. Kupang - Legoland/Mall of Medini - Puteri Harbour Theme Park / Hello Kitty Land - Johor Premium Outlet - Senai Airport (pp),
  • (2019 dihapuskan) Bus Kode SL1, jalur Tg. Kupang - Legoland/Mall of Medini - Puteri Harbour Theme Park / Hello Kitty Land - "mana-mana" - Terminal TUTA (pp),

Kalau mau lihat detailnya bisa buka gambar dibawah.

Jadwal dan Jalur Bus Tg. Kupang - Legoland (yang masih beroperasi CW7L)


Kami ke Legoland akhirnya naik CW7L yang kala itu sepi dan pas datangnya ketika kami menunggu.

Interior CW7L

Sampai di Legoland, turun di Mall of Medini
Usut punya usut, tempat turun atau pemberhentian bus di Legoland sudah berubah, sekarang hanya bisa turun dan naik di depan Mall of Medini, mall yang berada persis di sebelah Legoland, jaraknya kira-kira 300 meter jalan kaki.

Mall Of Medini


Selamat ke Legoland via 2nd link....

Kalau mau menggunakan jalur biasa alias 1st link (Woodlands - JB CIQ), bisa dilihat disini.


01 June 2017

Makan Makanan Rekomendasi Michelin Star di Hj Maimunah Singapura

Singapura terkenal dengan makanan yang mempunyai citarasa dan diakui oleh beberapa penikmat kuliner dunia, salah satunya yang terkenal adalah dari Michelin Guide, menariknya salah satu yang dekat dengan kami tinggal sementara di daerah kampong glam, Singapura adalah restoran Hj. Maimunah.


Suasana di Restoran Hj. Maimunah


20 May 2017

Naik Bus ke Singapore Zoo dan River Safari

Sebelumnya saya dan putri saya merencanakan untuk mengikuti Safari Zoo Run yang diadakan di Singapore Zoo, pas lihat peta ternyata cukup jauh juga dari pusat kota, tepatnya dari Zenrooms Arab St. tempat kami menginap selama di Singapura.

Ang Mo Kio bus terminal
 
Beruntungnya, pemerintah Singapura mengatur begitu detail transportasi publik seperti gabungan MRT dan bus untuk ke Singapore Zoo. Bagaimana cara ke Singapore Zoo atau River Safari yang berada di kawasan yang sama?

02 May 2017

Traveling dengan anak perempuan, antara toilet pria dan toilet wanita

GAMPANG... Bayangan saya ketika pertama kali memesan tiket pesawat yang sedang promo nol rupiah dengan Jetstar tanpa mengikutkan istri saya pada waktu itu untuk jalan jalan ke Singapura. Hanya dengan putri saya.. Hampir 6 bulan sebelum trip dilakukan. Saya bilang gampang karena sudah tiga kali saya pernah melakukannya bersama anak saya, paling sering adalah bermain di pantai sewaktu di Yogyakarta. Tapi sedikit berbeda karena dulu masih ditemani oleh adik-adik saya.

Ada banyak alasan hingga memang perjalanan ini jadi, hingga hari H-1 pun masih saya tawarin ke anak saya, "mama ikut apa nggak?" jawabya "kita berdua aja pa, jalan-jalan". Begitulah bocah ini, kalau A ya A..

Pekerjaan berat selanjutnya adalah mencari kegiatan yang cocok untuk kami, karena yang sudah pasti baru tiket pesawat ke singapura saja, lainnya masih kosong.... Saya mulai berpikir, event apa yang akan dilakukan saat waktu kami sedang disana? Legoland, check.. walaupun harus ke Johor Bahru, anak saya doyan banget lego, birthday gift-nya dia juga... Tapi kegiatan di Singapura apa ya? Ada CNY festival di Singapura, tapi masa berhari-hari cuma lihat itu saja? Lainnya?.. Ke bird park asik kali... check.. Lari? sesuatu yang antara mungkin dan tidak mungkin, tapi akhirnya kami mendaftar juga di even lari di Safari Zoo Run 2017 di Singapore Zoo, sekali lari 3 kegiatan dilakukan.. Family Run, check..


pintu kemana saja, eh family toilet


Penerbangan

Singkat cerita, travel day pun datang juga, urusan packing baju kali ini saya maksimalkan hanya untuk 2 backpack maksimal kalau ada tas pinggang cukup satu saja, dan berhasil dipacking. Sampai di Bandara Soekarno Hatta saya dibisikin istri saya, ada dua pesannya, jangan telat makan dan nanti kalo kebelet pipis anaknya jangan ditinggal ya..? oke.. oke.. timpal saya. Pipis ya tinggal pipis aja tho..

Masih ingat masalah pesan tentang pipis dari istri saya? problematika pertama muncul ketika di pesawat anak saya belum kebelet pipis tapi saya sudah membayangkan ribetnya memilih 2 pintu masuk, gambar wanita apa gambar pria di Bandara Changi, daripada saya digebukin ibu-ibu dengan dalih anak saya perempuan, minta ditemenin pas pipis.. atau ditanyain sama anak saya, kenapa ini toiletnya bapak-bapak semua pa? huaaah..

menunggu toilet kosong


Akhirnya... Yuk kita pipis dulu di pesawat? langsung saya giring anak saya masuk ke toilet dan pipis, ini sih masih well handled lah.. tapi pusingnya adalah dia tidak mau keluar wc dan saya kebelet pipis, haha... bagaimana tipsnya? ntar dulu..

Perjalanan dan Menginap ke Kampong Glam
Sebelum ke singapura saya sudah terlebih dahulu memesan kamar untuk menginap dengan Zenrooms di Zenrooms Arab Street Hotel, sehingga kami mengarahkan perjalanan kami ke sana, naik MRT karena dia masih punya Child Pass yang masih berlaku sejak apply tahun 2015 dan saya menggunakan tiket standard, karena memang belum megang SGD dalam jumlah banyak waktu itu.

Zenrooms Arab Street ternyata letaknya tidak jauh dari MRT Bugis, satu blok setelah hotel Village Bugis. Sampai disana anak saya langsung merebahkan dirinya... asik sampai hotel...


tidur dulu pa...



Legoland
Perjalanan dari dan ke Johor Bahru untuk ke Legoland, sudah pernah jadinya tidak terlalu pusing, yang ada kami menikmati perjalanan ke sana sambil membayangkan keseruan di sana.

beetle bounce di Legoland
  
Permainan favorit anak saya di Legoland, ada dua, pertama naik ke beetle bounce, dimana kita naik ke atas dan dikejutkan dengan gerakan jatuh. Terkejutnya saya, dia pengen dua kali naik... jantung kita aja mau copot eh dia ketawa-ketawa aja. Permainan kedua yang dia suka adalah naik perahu, perahu yang bisa dikemudikan? bukan.... perahu yang naik lalu turun dan air akan nyiprat.. opo yo bahasane indonesia untuk nyiprat?..  sampai-sampai basah kuyup pun tetap gak mau ganti baju.

Lagi senang-senang main, tiba-tiba... pipis paa... hmm.. matek aku.. sambil tepok jidat (tapi ini bayangan aja) aslinya tetep kalem, haha... pintu mana yang dipilih, pria? wanita? beruntungnya ada family toilet... ya uwis, langsung masuk trus kunci pintu... aman...

Masalah Imigrasi
Baru kali ini ruwet, masuk singapura lewat changi kami diberikan jalur khusus yang sebenarnya jalur untuk pemegang paspor singapura, entah kenapa oleh petugas imigrasi anak saya gak scan sidik jari, karena dibolehkan lewat ya udah ya.. lanjut aja.. Pun begitu saat mau ke Johor, anak saya gak discan sidik jarinya, cuma ditanya ini anaknya? siapa namanya? saya jawab apa adanya dan tujuannya untuk apa.. immigration clear..

Eh, tiba-tiba pas kembali masuk ke Singapura via 2nd link, lamaaa banget di meja imigrasi, anak saya juga disuruh scan fingerprint, ditanya-tanya pula ibunya mana? gak ikut, just two of us... tiba-tiba dia nyeletuk, kalau memang tidak bisa nanti tidak dikasih ijin masuk... iki opo meneeh??... terus membawa kami ke kantor imigrasi. Encik ikut ke office...

Masuk kantor imigrasi kami disuruh mengantri ke meja imigrasi khusus, seperti bawa apa aja... ditambah disebelah saya warga Malaysia tidak diperkenankan masuk.. wealaaah..

Tibalah saat kami dipanggil, ternyata permasalahannya adalah sidik jari anak saya hitam semua.. untung saja petugas yang di kantor gak seserem yang di jalur, dicek tangan anak saya.. ada alur sidik jarinya, tetapi kenapa pas discan hitam terus, gosok-gosok scanner pakai tissue, tetap gak bisa.. ternyata pas percobaan ketiga tanpa dibantu ditekan oleh saya malah berhasil.. oalaah..

Setelah paspornya dicap, anak saya masih kebingungan, kenapa tadi... Pelajaran berharganya adalah, kehadiran ibu mungkin sangat membantu ketika perjalanan seperti ini, paling tidak petugas imigrasi tersebut percaya bahwa ada bapak-bapak bawa anak perempuan ini sedang jalan-jalan beneran, bukan sedang bawa lari anak orang...

senyum malu setelah masuk Singapura kembali, sambil cerita masalah scanning jari


Family Run dan ke Jurong Bird Park
Akhirnya tiba, hari dimana kami akan melakukan aktifitas baru.. family run.. di Singapore Zoo, tepatnya family dash, cepet-cepetan sampai finish. Jaraknya 2,5 km tetap dua koma lima kilometer, gak bisa berubah jadi satu kilometer, seperti yang dikatakan oleh pembawa acara lari. Iya juga ya.. buat anak saya tentunya perlu ekstra makanan atau minuman, yang repot tetap bapaknya bawa tas, bawa kamera, haha.. Sebelum mulai lari, kami harus ke bagian informasi karena kami bukan warga lokal sehingga pengambilan baju lari dan nomor dada harus pada hari pelaksanaan, setelah dapat kami mencari lagi toilet, toilet apa? family toilet kali ini.. aman...

Family Dash


Sekali lagi dia ternyata membuktikan bahwa 2,5 km bisa dilaluinya selepas dulu jalan kaki cari restoran Upin Ipin di Selangor, Malaysia, tapi kalo ditambah jaraknya ya urusan bapaknya.. maksudnya gendooong pa... setelah selesai sampai finis dan mau mutar-mutar di sekitar Singapore Zoo dan River Safari ya jalan campur gendong, gempor.. gempor... bapakmu dik... dan ini masih berlanjut ketika sore hari kami ke Jurong Bird Park. Dengan kontur yang naik turun, anak saya cuma kuat sampai beberapa spot, pulangnya digendoong..

Di Jurong Bird Park, anak saya mencoba memberi makan pinguin dan menonton show burung. Ada peristiwa unik ketika mencari si Sunny, Hornbill yang didukung anak saya ketika family run, gak jauh-jauh dari toilet.. saya tahu di sana ada toilet untuk pria, wanita dan lansia/disabilitas. Pas anak saya kebelet, untung saja toilet tidak jauh, tapi sialnya toilet lansia atau penyandang disabilitas ini rusak. Mau tak mau ya ke toilet laki-laki... "Dik, tutup mata.. kita masuk toilet laki-laki, kamu gak boleh lihat" dan saya giring ke kloset duduk.. aman.. keluarnya juga begitu "tutup lagi matanya".. aman..

Menemani di Masjid
Salah satu hari di itenary kami adalah hari Jumat, yang artinya saya harus membawanya ikut ke masjid, diapun mengangguk setuju. Kali ini sholat Jumat di Masjid Al Mukminin, sekitar Jurong East MRT.


ke Masjid

Tidak hanya saat jumat saja, ketika kami bertemu dengan rekan saya yang bermukim di Singapura, kami juga menyempatkan sholat maghrib di Masjid Molana Mohamed Ali, masjid bawah tanah sekitar area Clarke Quay, dekat Merlion, dekat MRT Raffles Place.


Laporan

tosss..


"Kami lagi di bus..." 
"Kami lagi siap siap tidur..."
"Bentar ya video call-nya, ini lagi cari makan nasi dulu.."

Kalimat-kalimat laporan yang sering saya kirimkan via daring ke istri saya..

Di perjalanan inilah kembali sisi romantisme (kepaksa) muncul, bukannya sok gak romantis, tapi perjalanan ini juga yang membuat saya harus laporan setiap hari setiap ada kesempatan ke emaknya anak saya, bahasa kerennya... update....

Sebuah kegiatan yang sudah jarang saya lakukan, seingat saya itu jaman jadul pas lagi awal-awal sehabis nandatangani berkas KUA.. dulu, tiap hari laporan, walaupun cuma tulisan "aku lagi makan", haha... itu pun jam 1 pagi...


Pulang
Sampai juga di hari terakhir, kami menggunakan Tigerair untuk pulang ke Indonesia, sengaja saya pipiskan dulu di hotel, tidak di bandara dan tidak juga di pesawat. Ketika sampai di bandara dan melihat ibunya, dia langsung lari.. cium-cium ibunya, akhirnya minta pipis sambil bertukar cerita.. Batin saya "worthed banget buatmu dik.. semoga kamu senang... dan bangga.. karena aku bapakmu"... cieee...

big hug..

Recap
Jalan-jalan hanya anak perempuan dan hanya dengan bapaknya tentu saja bisa dilakukan, bahkan dengan menggunakan angkutan umum sekalipun. Untuk toilet tentunya ada prioritasnya, utamakan menggunakan toilet keluarga / campur, kedua baru toilet pria, dan hindari toilet wanita.. kecuali pengen ditabok..  Nah, apabila juga kebelet kebelet nyari tips kalo bapaknya pipis dan dia di dalam toilet juga, minta anaknya untuk memegang sesuatu yang berlawanan arah, sehingga tidak dapat melihat kita, misal handle pintu dan memintanya melihat tangannya sendiri, gak boleh ngintip, haha... atau ditutup saputangan.. paling ditanyain "kok gak jongkok pa?" garuk garuk kepala..

Untuk urusan imigrasi, selagi tidak ada masalah atau problem khusus, menurut saya gak masalah, kejadian kami sebelumnya bisa menjadi pelajaran buat kami kedepan saat fingerprint scan.

Jika anda berpikir kalau istri saya menikmati me time-nya, memang benar. Tapi semuanya untuk dia? tentu tidak.. Anda yang ibu-ibu pasti tahu apa prioritasnya kan?.. Berfikir mau mengulang kembali? Ya, tentu saja, apalagi kalau ada ibunya, lebih enak lagi... ya kan pak? wong nggak nggendong... lariii... saya mau ditimpuk ibu-ibu..

Jika anda bertanya apakah ada yang berubah setelah perjalanan ini? Orang inggris bilang "Absolutely Yes..." Ada.. kepercayaan anak terhadap si bapak meningkat, hehe... sambil angkat kerah baju..


***

Diposting pertama kali tanggal 2 Mei sebagai posting ke 101 blog westborneoroad untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.. Dan untuk seseorang pria yang mengajarkan saya mendidik anak melalui jalan-jalan.


24 April 2017

Pengalaman Naik Pesawat Airbus A320 Tigerair sekarang Scoot

LCC yang mempunyai jalur penerbangan Singapura - Jakarta cukup banyak, tapi kali ini kami mencoba menggunakan Tigerair setelah pernah mencoba Jetstar, tidak ada alasan yang mendasar tentang pemilihan maskapai Tigerair ini, hanya masalah jam keberangkatan saja, gak kepagian dan gak kesiangan.


Anak saya melihat Tigerair di Apron saat di Gate Keberangkatan Changi Airport

13 April 2017

Sholat Jumat di Masjid Al Mukminin Singapura

Sejatinya sampai bisa sholat di Masjid Al Mukminin di Singapura ini hasil dari rubah-rubah itenary dan adaptasi setelah selesai bermain di Legoland. Awalnya saya bersama anak saya ingin mencari masjid di sekitar legoland untuk melakukan sholat jumat.

Dari hasil tanya-tanya dengan beberapa orang yang bekerja di area legoland, masjid terdekat dari legoland berada di dekat hello kitty land / puteri harbour, yaitu Masjid Negeri Kota Iskandar. Untuk kesana bisa ikut free shuttle bus dari Mall Of Medini ke Puteri Harbour Theme Park, atau bus LM1 lalu dilanjutkan dengan jalan kaki. Namun rencana harus buyar, sesudah check out dari legoland jam 10 pagi, dan berjalan ke Mall of Medini, tempat bus stop, ternyata sudah terlewat bus yang kesana. waduuuh...

Bus tercepat yang akan berangkat adalah bus CW7L ke imigrasi Tg Kupang, Johor untuk ke Singapura via jalur 2nd link. Ya udah naik itu aja lah, nanti cari masjid di Singapura. Pilihannya ke Boon Lay atau ke Jurong East.

Belum sempat sampai Jurong East ternyata saya dan anak saya harus tertahan di imigrasi masuk singapura.. nasib pergi bareng anak berdua aja, ibunya gak ikut.. lumayan lama masuk kantor imigrasi karena ada permasalahan yang akhirnya terselesaikan... dan bisa masuk Singapura.... fiuuuh... campur deg-degan..

Jam sudah menunjukkan pukul 12, dan saya masih di Tuas Checkpoint immigration... khawatir melewatkan momen sholat jumat.. Di sisi lainnya saya bersyukur sudah di Singapura, paling tidak mapnya cukup banyak tersedia di dunia daring. Karena memang saya tujuan akhirnya di Jurong East temp. Interchange terminal jadinya berbekal jaringan internet roaming yang lebih murah daripada harus beli simcard lokal, saya mencari masjid terdekat. Dapatlah masjid Al Mukminin.

Masjid Al Mukminin

12 April 2017

Pengalaman Terbang Dengan Jetstar Airbus A320

Bagi wisatawan, terutama yang memaksimalkan budgetnya untuk terbang dari suatu negara ke negara di kawasan asia tenggara, maka yang muncul pertama kali dalam pikirannya tak jauh jauh dari Jetstar, AirAsia, Tigerair. Soalnya itu juga yang muncul dari search engine..


Kabin Jetstar

08 April 2017

Berlari bersama anak di Safari Zoo Run

Bingung gara-gara tiket nol rupiah dari Jetstar Frenzy Fare yang kami dapatkan di akhir tahun 2016, dan tiket itu dibeli hanya untuk saya dan anak saya.. tanpa istri saya ikut.. saat itu, pikiran saya diperas hanya untuk memikirkan apa nih yang asik dinikmati bareng anak saya?

Karena saya sedang mencari even lari, entah kenapa saya menekan tombol kiri mouse laptop ke link Safari Zoo Run 2017 di Singapura, dan ternyata ada kategori Family Dash, 2,5 kilometer... wow, asik nih.. itenary kami masih bisa diatur karena dilakukan di hari Sabtu, tidak di hari Minggu seperti even-even lari lainnya.. Anak saya juga sudah terbukti sukses berjalan kaki sejauh 2 kilometer-an saat mencari restoran Upin Ipin di sekitaran KL demi bisa makan ayam goreng. Pesan, bayar, race slot confirmed...


Suasana di start lane

Sebagai non residen atau tidak tinggal di Singapura, kami mendapatkan kebebasan untuk mengambil racepack termasuk seragam lari pada saat even berlangsung, informasi ini didapat setelah berkorespondensi by email dengan tim Hivelocity selaku penyelenggara Safari Zoo Run 2017, sebelum bendera start dikibarkan. Panita Safari Zoo Run menyediakan satu booth khusus, setelah naik bus dan sampai di Safari Zoo kami bertanya dan mencari tempat pengambilan baju tersebut, ternyata di bagian informasi.

Mengambil Racepack

Bagian selanjutnya adalah ganti baju lari, neng endi iki?... Toilet laki-laki apa toilet perempuan hayoo? Jawabannya bukan keduanya, karena kami masuk family rest room (baby changed room)... aman.. Baju lari buatan ON, apparel dari Swiss berwarna biru dengan gambar beberapa binatang dan tulisan "RUN FOR WILDLIFE" akhirnya dikenakan juga.

Adrenalin anak saya mungkin meningkat setelah memakai baju lari dan mengenakan nomor lari yang dilengkapi dengan namanya, keluar dari toilet yang berada di dekat pintu masuk Safari Zoo langsung tanya, "mana tempat larinya? ayo lari pa"... "masih setengah jam lagi," jawab saya..

dengan Sunny

Ketika melihat maskot Sunny si burung Enggang, dia tak segan mendekati, sama seperti ketika mendekati lego yang menyerupai orang di Legoland.. padahal aslinya gemeteran... haha, bocah, bocah...

tempat penitipan tas

Setelah menitipkan barang bawaan di tempat penitipan barang, kami masuk ke start lane dan menunggu aba-aba dari panitia lomba. Kategori Family Dash 2,5 km ternyata buaaaanyak yang ikut sehingga waktu start dibeda-bedakan setiap 10-15 menit tergantung dari kecepatan peserta sebelumnya.

MC menjalankan tugasnya dengan baik sehingga terdengar riuh girang peserta.. kami mendapatkan kelompok ketiga start, sehingga tidak terlalu lama menunggu di start lane, belakang kami masih banyaaak..

Yes you goood, keep running..

Setelah bendera start untuk kelompok kami dikibarkan, anak saya langsung ngibrit.. lari semampu dia... LARIIII...

Asiknya disini adalah jalur yang dipakai untuk acara adalah jalur di dalam kebun binatang, sehingga kita bisa melihat beberapa kegiatan aktivitas hewan. Jadi kalau anda jalan-jalan ke Safari Zoo walaupun gak ikut acara lari, dan jarang jalan jauh, bisa dipastikan pulangnya bisa pegal-pegal.. dua koma lima kilometer, titik...

Melihat Oma, harimau

Beberapa hewan yang membuat anak saya mengambil keputusan untuk berhenti adalah harimau putih bernama Oma, jerapah, simpanse, kanguru, beberapa burung bangau mungkin karena berada diatas pohon ketika dia jalan dan beruang kutub sebelum finish.

You did it! well done..

Untuk urusan hidrasi, di tiap kilometer disediakan water station, karena mikir anak ya tiap water station kami sempatkan untuk berhenti. Di water station ini disediakan air mineral dan minuman isotonik, anak saya ga bisa minum isotonik berkarbonasi, jadinya ya air mineral. Setelah lomba masih ada tambahan minuman isotonik berkarbonasi dan pisang.

Minum air

makan pisang setelah capek lari

Sesuai informasi di website Safari Zoo Run dan isi racepack, BIB atau nomor dada kami dapat digunakan untuk masuk ke Safari Zoo dan River Safari dengan gratis, walhasil anak saya yang sempat pengen lihat show satwa ngajak lagi ke lokasi show satwa. 

Lokasi satwa ada di sekitar KM 1,5 sedangkan lokasi tempat mengambil pisang, lokasi tempat penitipan barang ada di luar.. artinya minimal kami harus menambah dua kali satu setengah kilo lagi dari 2,5 km Family Dash, untuk bisa benar-benar menyelesaikan petualangan disini, kuat ya naak...

memegang ular saat show satwa

Eh, ternyata menguntungkan juga ikut Safari Zoo Run dan wisatawan atau pengunjung lainnya baru boleh masuk ke area Safari Zoo setelah acara selesai sehingga proses mencari tempat duduk di tempat show tidak terlalu sulit (kecuali show gajah).. sesampainya di tempat show anak saya makan dulu dan minum sambil bercerita.

Manatee

Selain di Safari Zoo yang gratis, kami bisa masuk ke River Safari, melihat Manatee juga melihat beberapa spesies burung di sekitar sungai. Kalau bayar lumayaaaaan..

Berlari sambil mendukung pelestarian fauna, apalagi lokasi rahabilitasi satwa yang disupport kali ini ada di Sumatera cukup membuat saya berkata, mantap...

we are #TeamSunny

PS : Mengulang kata MC pembawa acara "2,5 km  is still two point five kilometers not zero point five, not one, not two kilometers... please calm and make sure you know your body, and have fun" dengan logat singlish-nya yang intinya tetap waspada dira anuraga atau kenali dirimu ketika berolahraga dan lakukan dengan baik, jangan dipaksa.. istri eh, istirahat bila perlu..


Finally, setelah berkilo-kilometer dia jalan, bau apek dan gagal mandi di kamar mandi khusus even ini karena antrinya puanjaaang.. anak saya mendongak keatas dan meminta sesuatu.. pisang? bukan... "Gendooooong" dan ternyata diabadikan oleh tim fotografer Safari Zoo Run, pun dipublikasikan di website mereka... 

Copyright of Safari Zoo Run 2017

Thanks to all of Safari Zoo Run 2017 crew, for the great family dash event.. we enjoy it!

26 March 2017

Zenrooms Menyelamatkan Isi Dompetku

Ketika saya dan anak saya menginap di Zenrooms Arab Street di Singapura, sejatinya alasan utama karena ada program tukar poin dari program telkomsel poin. Cukup dengan 20 telkomsel poin sudah bisa mendapat voucher diskon menginap di zenrooms sebesar 30%. Cukup lumayan lho kalau liburan di daerah yang biaya menginap di hotel per malamnya cukup menguras isi dompet.



promo tukar 20 telkomsel poin untuk voucher 30% reservasi di zenrooms

Karena poin telkomsel ini hangus setiap tahun, ada baiknya dimanfaatkan sesegera mungkin supaya mengurangi beban di dompet. Sebelumnya cek dulu poin kita dengan mengetik POIN dan SMS ke 777, nanti akan diinformasikan jumlah poin milik kita. Untuk dapat menggunakan program zenrooms ini kita harus menghubungi *700*543# (program tahun 2016) untuk bisa menukar 20 poin dari poin yang kita punya. 

Setelah sukses, SMS akan diterima, isinya kode voucher zenrooms, segeralah pesan properti zenrooms, tentunya ada syarat dan ketentuan seperti dibawah ini.

syarat dan ketentuan tetab berlaku


Di SMS itu juga ada link yang disediakan untuk mulai menggunakan voucher dari telkomsel poin ini, http://id-blog.zenrooms.com/telkomselpoin dan setelah itu yang perlu dilakukan adalah mulai memilih properti.

Setelah memilih properti, anda harus masukan kode voucher sebelum pembayaran dilakukan, dan voilla.. isi dompetku bisa sedikit diselamatkan.. zenrooms ini memang menarik biaya kartu kredit / debit terlebih dahulu dan kita tidak perlu mengeluarkan lagi uang saat menginap. Namun biasanya di beberapa hotel masih memerlukan nomor kartu kredit / debit sebagai jaminan, misal vas bunganya bagus mau dibawa..


Setelah itu tunggu waktu traveling, ada pengalaman menarik saat kami menginap di Zenrooms Arab Street Singapura, salah satu resepsionis memindahkan kamar kami dari lantai 2 ke lantai 1 dengan alasan saya membawa anak kecil, kasihan anaknya harus naik turun lift.. padahal anak saya suka-suka aja masuk lift.

Oya, yang mau voucher diskon bisa isi kolom komentar, mumpung masih ada kode diskonnya.. lumayan kalau bisa buat memotong biaya 10%.

Selamat mencoba..

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com