Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

20 June 2019

Exploring Tainan Factory Tour and Finding Tainan Souvenir - Halal Pineapple Cake (6)

In my opinion, exploring Tainan Halal lists is not completed yet before founding souvenir from Tainan. As now Taiwan and Tainan want to attract traveler from South Asia and South-East Asia, called New Southbound Policy, souvenir become very important. Yes, because bring souvenir from other countries might create happiness not only for the person who traveled but also their friend in homeland country.

Halal Certified cakes from Tainan, Taiwan

14 June 2019

Makanan Halal di Tainan (5) Edisi Yule St.

Kali ini saya ingin sharing makanan halal yang ada di sekitar Tainan Station dan dekat dengan kampus, yaitu di Yule street yang terkenal sebagai food street di sekitar kampus ini. Ada dua kedai makanan halal yang buka disini dan bukanya dari siang hingga malam hari, sehingga kalau lapar pas sore hari ya bisa banget mampir kemari.

Yule Street, terkenal dengan kawasan makanan

17 May 2019

Experiencing Halal Food Tainan (4)

Sedang di Tainan, Taiwan? Bingung cari makanan Halal? Coba simak dulu pengalaman kami saat tinggal di Tainan dan menjelajah spot halal yang masuk dalam list Tainanhalal.com seperti saat mencoba es serut, yoghurt serta es kacang yang terkenal. Oya Tainan itu ibukota dari Taiwan pada masa lampau, dan keunikan kulinernya juga banyak tapi sayang belum banyak yang ramah muslim.


es di Sweet Rainbow

Nah, untuk menarik wisatawan muslim, pemerintah Tainan bekerjasama dengan beberapa stakeholder dan meminta masukan dari beberapa pihak termasuk kami, mahasiswa muslim yang kebetulan sedang berkuliah di salah satu kampus terbesar di Taiwan ini untuk mencoba kuliner Tainan dan ramah muslim (halal certified).

07 April 2019

Makan Michelin dan Halal Food di Taipei, Taiwan

Sudah tahu Michelin Star? Kalau belum berarti perlu menelusuri dulu apa itu Michelin Restaurants.. Setelah di Singapura dulu saya bersama keluarga diberikan kesempatan untuk mencicipi dan merasakan masakan muslim yang masuk dalam list Michelin, kali ini di Taiwan saya mencoba untuk mencari dan merasakan sensasi makan makanan dengan predikat Michelin.

Chinese Beef Noodle (Spicy)

27 March 2019

21 December 2018

Experiencing Halal Food in Tainan, Taiwan (3)

This is our third times writing about halal food certified eateries in Tainan, the ancient capital of Taiwan. Our destination called Odosan, a place in north side of the city which served kind of dessert  made from soy bean, red bean, mung bean and taro. Sounds familiar with this kind of food? yup.. In Tainan, this kind of bean based dessert can be easily founded across the city. But this time is different, because this shop was halal certified from Kaohsiung Mosque.


Odosan dishes

17 November 2018

Experiencing Local Halal Certified Food in Tainan, Taiwan (2)

Do you already read my first part of experiencing local halal dishes in Tainan? If not, you can check it here. 

Together Tea shop

This halal certificate given to that store pushed me to search in internet, is there any store received this halal certificate also from the same bureau.. Although the website is in Chinese language, we try translate using app and found that news.ltn.com.tw give us more good news that Tainan Government already work to promote Muslim-friendly city and tourism, and absolutely with additional Muslim-friendly eateries.

13 November 2018

Experiencing Local Halal Certified Food in Tainan (1)

We are surprised when we are in Chihikan Tower area, one of the most favorite tourist attraction in Tainan, how come? Because we found something interesting.. "Halal logo" in one of of the store named Han Jin Po Po just beside the tourist site.. Together with my friend, we are fascinated to try eating in this shop.

one of halal dishes in Tainan


02 September 2018

Sholat Jumat dan Berburu Makanan Halal di Taipei Grand Mosque, Taiwan

Taiwan sedang berusaha untuk melirik turis-turis dari negara muslim demi menggenjot pemasukan dari sektor pariwisata. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah Taiwan dengan bekerja sama dengan komunitas muslim di Taiwan.

Salah satu pusat dakwah Islam di Taiwan adalah di Taipei Grand Mosque, terletak di kota Taipei yang merupakan ibukota dari Taiwan. Di satu minggu libur perkuliahan, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi kota Taipei, bersepeda di kota Taipei dan tak lupa untuk menyempatkan sholat Jumat di Taipei Grand Mosque. Taipei Grand Mosque ( 台北清真寺 ) terletak di Xing Sheng South Road Sec. 2, No. 62, Da'an, Taipei, Taiwan. Di tengah kota Taipei dan tidak sulit untuk menjangkaunya.

Taipei Grand Mosque ( 台北清真寺 )

11 September 2017

Mencari Makanan Halal di Hong Kong

Awalnya ke Hong Kong cuma mimpi, jadi gak terlalu berfikir panjang untuk riset tentang traveling di Hong Kong. Lha kok malah dapat tiket murah, jadinya berangkat dah...

Ngomong-ngomong tentang Hong Kong, tentu bagi wisatawan muslim, mencari makanan halal menjadi perhatian penting. Jika saya iseng-iseng grading atau membuat stratifikasi maka kira-kira ada tiga tipe makanan halal yang ada di Hong Kong, pertama makanan halal yang tersertifikasi baik oleh institusi Hong Kong, kedua makanan halal yang tersertifikasi halal dari negara luar Hong Kong, yang ketiga makanan halal yang tidak tersertifikasi namun dimasak oleh muslim. Kami mencoba ketiganya.

Tipe 1, Tersertifikasi Halal dari Islamic Trust Hong Kong
Di situs www.discoverhongkong.com dan www.www.islamictrusthk.org sebenarnya sudah tersedia daftar tempat yang menyediakan makanan halal di Hong Kong, ini termasuk kategori yang pertama. Beberapa yang kami dan dibagi dalam kawasan coba adalah :

Kawasan Kowloon
Kawasan Kowloon di Hong Kong ternyata tersedia makanan Halal. Beberapa diantaranya yang saya coba adalah Ebeneezer, 27 Kebab dan Bismillah.

Ebeneezer
Ebeneezer merupakan salah satu restoran yang menyediakan makanan halal dan dengan harga sekitar HKD 60 untuk paket nasi (2017). Mereka menyediakan beberapa makanan khas timur tengah dan khas India seperti nasi briyani.

Nasi Briyani, halal di Hong Kong

01 June 2017

Makan Makanan Rekomendasi Michelin Star di Hj Maimunah Singapura

Singapura terkenal dengan makanan yang mempunyai citarasa dan diakui oleh beberapa penikmat kuliner dunia, salah satunya yang terkenal adalah dari Michelin Guide, menariknya salah satu yang dekat dengan kami tinggal sementara di daerah kampong glam, Singapura adalah restoran Hj. Maimunah.


Suasana di Restoran Hj. Maimunah


13 May 2017

Serba Serbi Makanan Maskapai Budget

Bagi yang mungkin sering terbang atau naik pesawat dengan maskapai full services tentunya tidak asing dengan layanan inflight meal, atau makanan selama terbang, kalau di Indonesia seperti maskapai Garuda Indonesia, Batik Air. Sesuai dengan kelasnya, maskapai full services akan memberikan makanan dan minuman yang bisa dipilih untuk dinikmati selama penerbangan dan harganya sudah termasuk dalam tiket yang harus dibayar sebelum terbang.

Namun, diluar maskapai full services, terdapat maskapai budget atau kerennya disebut Low Cost Carrier yang konsepnya sedikit berbeda dengan What You Pay is What You Get. Intinya kamu dapat apa yang kamu bayar, kalau mau ini dan itu ya bayar lagi. Tujuannya jelas, untuk mengurangi budget penumpang hanya untuk terbang.

Salah satu yang diharuskan membayar lebih daripada harga standar adalah masalah makanan selama penerbangan bagi maskapai budget, beberapa maskapai telah membuat beberapa signature dish mereka sendiri sebagai strategi LCC. Seperti kata William Wongso, pakar makanan yang pernah memberikan masukannya untuk inflight meal Garuda Indonesia, "menyediakan makanan untuk penerbangan itu tidak mudah karena tidak seperti rumah makan, dan makanannya yang disajikan pun harus mempunyai identitas tersendiri."

Nah, anda mau terbang dengan LCC dengan dan memesan makanan? Dengan tujuan agar anak tidak rewel dan lebih menikmati penerbangan? Bingung memilih apa makanannya yang akan dipesan? Berikut beberapa makanan yang pernah kami coba selama terbang dengan LCC.

Jetstar Asia
Jetstar Asia yang homebase-nya di Singapura menawarkan beberapa menu halal sewaktu terbang, saya dan anak saya terbang dari Jakarta ke Singapura saat itu, salah satu signature dish mereka yang pernah kami coba adalah Nasi Ayam Singapura, makakan tradisional Tiongkok yang cukup terkenal di Singapura. Nasi hangat yang termasuk menu halal ini disajikan bersama potongan daging ayam yang diberi saus khusus serta sayuran yang dikukus. Cukup Oriental rasanya dan tidak pedas, kalau mau pedas bisa tambah lada yang diberikan cuma-cuma oleh pramugari. Kurang pedes tabok pipimu dewe..

Nasi Ayam dari Jetstar

Untuk mendapatkan hidangan ini, anda harus memesan terlebih dahulu saat booking, apabila masih kategori standar anda harus upgrade sedikit dengan menambah makanan. Selain itu, Jetstar juga memberikan minuman hangat untuk pendamping, saya pilih teh saat itu dan juga diberi satu botol air mineral... lumayan membantu, karena nasi panas, teh panas, bibir jontor kalau dihajar semua...

29 December 2016

Balada Mencari Ayam Goreng Ipin Upin di Kampung Durian Runtuh

Bagi anak-anak, ketika diajak ke Malaysia yang terbesit di pikirannya adalah film animasi Upin Ipin, yang memang hampir setiap hari tayang di televisi Indonesia, bahkan bisa sampai 3 kali tayang setiap hari walaupun ceritanya diulang-ulang. Tapi memang film animasi tersebut menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi anak-anak yang menonton.

Di depan rumah Upin Ipin, Kampong Durian Runtuh

Salah satu yang jadi itenary ke anak saya ketika persiapan untuk liburan ke Malaysia, Kuala Lumpur dan roadtrip ke Penang adalah makan di restoran Ipin Upin yang dekat dengan Kuala Lumpur, kenapa saya iyakan karena setelah mengecek di internet restoranya tersebar banyak dan yang paling gampang adalah ke daerah Ampang, kebetulan dekat dengan stasiun MRT Ampang yang ternyata masuk daerah Selangor. Dicek juga di google street lokasinya di pojokan ruko gitu lah...Wah kalo dekat stasiun mah gampang lah..

Perjalanan pun dimulai, setelah pagi ke Dataran Merdeka, KL City Gallery dan melihat Masjid Jamek, kami pun mempersiapkan untuk makan siang di Restoran Upin Ipin yang di petanya dari stasiun Masjid Jamek kami naik MRT menuju stasiun ampang dan beli tiketnya di kiosk, karena belum punya kartu Touch n' Go dan gak beli smart cardnya RapidKL.

Sampai Ampang, setelah turun dari MRT anak saya udah girang aja bakal nyoba ayam goreng.. mungkin di kepalanya udah mbayangin si Upin Ipin makan ayam goreng.

Jalan ke ruko, mencari mana nih tempatnya...


Eh kok ga ada..

Pojokan kok jadi bukan restoran, masih ada yang kerja untuk renovasi rukonya lagi..


Tengok kanan kiri, juga ga ada..


Dan ternyata kecewaaa... restonya sudah tutup dan ganti jadi bank...



Peta Kedai Makan Upin Ipin di Ampang, ternyata sudah tutup


Teriak-teriak lah anak saya sampai ga mau pulang, ga mau makan, hwaaa... tapi pelan-pelan dibujuk, kita makannya sore aja yak sambil cari pusat tempat makannya.. dengan berlinang air mata akhirnya mau juga.. ini hari kedua di KL, dan dia kecewa.. Sudah siang, Lapar dan gagal mendapatkan restoran yang diidamkan, lengkap sudah kekecewaannya... Maafkan orangtuamu ini nak yang gagal membaca peta dan situasi...

Ibarat Mission Possible, tiba-tiba ada perintah masuk via "pager telepati" hanya dengan pandangan mata emak-emak, hahaha :

Prioritas satu adalah Mencari Ayam Goreng Upin Ipin and mission must complete! 

Terpaksa ganti itenary, jadwalnya kami mutar-mutar KL seperti ke Menara KL dan Petronas Twin Tower terpaksa ditunda.. Akhirnya diputuskan untuk kembali ke Masjid Jamek dan makan di sekitar situ yang ujung-ujungnya McD karena cuma McD dan KFC setahu saya yang ada olahan beras. Lalu ke Restoran Upin Ipin yang lain. Ide ke McD untuk menenangkan anak saya, karena dapat mainan happy meal.

Lokasi Rumah Makan Upin Ipin di sekitar KL, masih buka atau tidak? cek websitenya dulu sebelum jalan..

Sambil makan siang, kami mencari informasi di website Les Copaque, produsen film animasi Upin Ipin, ada restorannya di sebelah dari kantor Les Copaque namanya Geng's Corner dan lainnya lagi adalah Restoran Upin & Ipin, dan ternyata hanya ada 2 outlet yang ada di sekitar KL, lainnya berarti sudah tutup. Yang paling dekat adanya di....... Seksyen 13 Shah Alam, Selangor... alamak... Kaki lumayan pegal setelah jalan kaki di Kasturi Walk, Dataran Merdeka, Masjid Jamek, tambah gagal di Ampang, kayanya nge-Grab oke juga tapi kok naik MRT dan Kereta Kommuter trus naik taksi gak terlalu ribet sekalian nambah pengalaman. Akhirnya diputuskan ke Stasiun Batu Tiga lalu jalan kaki ke Seksyen 13.

Restoran Upin Ipin Seksyen 13, Shah Alam, Selangor

Perjalanan ke Stasuin Batu Tiga menggukanan Komuter yang menuju Port Klang (Pelabuhan Klang) yang melewati stasiun KL Sentral atau stasiun Kuala Lumpur yang dekat dengan Masjid Jamek, tapi karena di stasiun Kuala Lumpur transitnya jauh jadinya transit kereta kommuternya di KL Sentral. Sesampai di KL Sentral kami beli token lagi di loket kommuter untuk ke stasiun Batu Tiga di daerah Selangor.

Lokasi Kommuter Stasiun Batu Tiga, Restoran Upin Ipin ada di belakang Tesco

Lancar sampai di Batu Tiga, selanjutnya kami mau naik taksi, tapi setelah lihat peta, saya bilang "jaraknya ga jauh kok.. 20 menit aja jalan kaki.." tapi ternyata 2,5 km bo jaraknya... tambah dikejar anjing lagi.. kali ini yang ngedumel ibunya si anak, tapi gakpapa itung-itung olah raga biar lemaknya turun.. yang saya heran, anak saya selama jalan kaki bilangnya.. aku semangat kok pa.. aku semangat kok ma.. ni anak 5 tahun kok ya semangat banget..

Perjalanan ke Seksyen 13, pakai balada dikejar anjing penjaga lagi...

Melihat kendaraan yang ada gambarnya Ipin Upin dan tulisan Les Copaque di sebuah gedung, anak saya teriak-teriak, itu tu.... buat saya dan istri, wow... akhirnya.. perjalanan mencarinya selesai juga..

Gengs corner saudaranya Restoran Upin Ipin di Seksyen 13, Shah Alam

Cari menu Ayam Goreng, sudah bisa senyum

Suasana Restoran

Untuk makanannya kami hanya memesan ayam goreng kunyit dan kangkung belacan, anak saya yang pasti memilih ayam goreng kunyit, saya memilih kangkung balacan untuk mengenang memori rasa balacan buatan orang melayu yang sudah lama tidak saya cicipi. Setelah datang ternyata ayam gorengnya sudah di-fillet, sehingga gak ribet makannya, dan ternyata memang gurih ayam goreng kampung.

Ayam Goreng Kunyit

Kangkung Balacan

Emang anak-anak punya style sendiri-sendiri.. setelah makan ayam goreng, ya sudah, mau diajak pulang juga.. cuma karena belum sholat ashar kami ke mall AEON Shah Alam yang terletak di sebelah komplek ruko ini untuk sholat, ketika menyebrang istri saya lihat bus Smart Selangor atau Smart Shah Alam 002, trus dia nyeletuk.. "ada bus lewat sini ya?".. saya jawab, "ga jelas deh, ga ada websitenya, bus pekerja kali" karena sambil lalu ya udah ilang gitu aja dan kami ngadem dulu di mall... capek jalan 2,5 km.

Pulangnya, untuk ke stasiun batu tiga, sesuai petuah istri saya, kami menunggu dulu di samping AEON Mall untuk melihat bus itu, siapa tahu ada bus datang... dan memang berkah, setelah menunggu 15 menit ada bus Smart Selangor datang dengan tujuan Batu Tiga, dan ternyata Free / Gratis / Percuma... asyik.

Bus Smart Selangor, 002, Jurusan Batu Tiga - Seksyen 13

Untuk kembali ke hotel, kami transit di Stasiun Subang Jaya yang di jaringan Klang Valley Interchange System ternyata memegang peranan penting dan tidak memilih transit ke KL Sentral karena pasti ramai di KL Sentral, di Subang Jaya kami naik laluan (jalur) Kelana Jaya, seperti dugaan, sepi.. Sampai hotel Geo, hotel yang direkomendasikan dari Mbak Olen, gosok minyak semua karena pegal-pegal.. ngukur KL demi Ayam Goreng...

Pesan Moral kali ini adalah :
  1. Jangan terlalu percaya pada aplikasi map, belum tentu valid.. supaya valid bisa cek ke website resmi atau telepon.
  2. Di Malaysia banyak transportasi gratis, seperti bus GoKL dan Smart Bus Selangor ini, jangan menyerah mencari informasi.
  3. Tetap semangat
Geng's Corner






Tertarik mengajak anak ke sini dan perlu informasi? silahkan tinggalkan komentar


***

Posting ini didedikasikan ke anak saya dan anak-anak yang lain yang suka travelling dan juga untuk travel companion-nya sangat teguh pendiriannya untuk mendapatkan sesuatu... seperti ayam goreng...


24 December 2016

Pengalaman Terbang Dengan Kelas Bisnis Garuda Indonesia 737-800 | westborneoroad

Saya hampir tak sanggup menyelesaikan tulisan ini, bukan karena sulit atau bukan juga pengalaman pertama duduk di kursi kelas bisnis saat terbang tapi karena setiap mau menyusun kata-kata, hati ini teringat tentang sosok yang telah memberikan banyak perhatiannya kepada saya. Orang tua..

Penerbangan ini sebenarnya termasuk dalam salah satu kegiatan kunjungan yang digagas oleh organisasi yang saya ikut membantu menuliskan tulisan dengan tema lingkungan, saya diajak ke Bali pada akhir tahun 2016 ini. Tentunya diberikan penerbangan ke Bali PP (Kelas Ekonomi) bukan kelas bisnis..

Saat itu saya masih berada di Bandung, karena malam sebelumnya memang ada acara di Bandung, sehingga penerbangan ke Bali pun diambil dari Bandung. Sebenarnya ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan Bandung - Denpasar, Bali setiap harinya namun karena Garuda Indonesia merupakan penerbangan pertama, itulah yang dipilih. Saya kaget ternyata harga tiket kelas ekonomi yang dibeli sudah mendekati harga kelas bisnis yang promo, karena tidak terlalu jauh selisihnya sekitar 300ribu-an ya akhirnya saya putuskan untuk upgrade ke kelas Bisnis. Ini adalah penerbangan pertama saya mengeluarkan biaya ekstra sendiri untuk upgrade ke kelas Bisnis, sebelumnya sering diberikan upgrade cuma-cuma karena memang GFF / Garuda Miles saya dulu masih lumayan, hehehe... dan penerbangan yang juga dipaksa ketika kami harus recovery dari Singapura ke Yogyakarta saat Gunung Kelud meletus, pikir saya sesekali me time boleh lah..

Saya tertegun ternyata Bandara Husein Sastranegara Bandung telah berubah drastis, terakhir sebelum ini, saya ke bandara ini tahun 2013, berarti sudah tiga tahun silam dan ternyata bangunan bandara berubah menjadi lebih baik. Waktu itu belum menunjukkan pukul 6 pagi, cuaca Bandung yang sejuk dan kondisi bandara yang bagus dan  membuat kegiatan menunggu proses upgrade yang dilakukan di konter customer service berasa cepat.

Check In & Baggage Drop
Proses check in untuk penerbangan ini cepat, saya mengambil jalur kelas bisnis / sky elite yang memang diberikan jalur khusus. Hampir sama dengan jalur ekonomi biasa, hanya bedanya saat mendaftarkan tas saya untuk dibagasikan, tag bagasi diberi tambahan informasi label, Bussiness Class, Priority, Door Side.. ah, pikir saya itu sama seperti biasa, hanya tanda..

area check in

Menunggu di Lounge
Setelah check in, petugas memberikan saya satu kupon masuk lounge gratis karena saya salah satu penumpang kelas bisnis, wow.. sesuatu yang sudah jarang saya sambangi ketika terbang, karena dahulu pas GFFnya lumayan bisa langsung masuk ke lounge, sekarang harus tukar miles dulu, hehehe..

Lumayan, mangan sik... batin saya.. tapi makan saya sempat terhenti gara-gara sebuah makanan, jagung rebus..

sepotong jagung manis rebus

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan jagung rebus, hanya jagung rebus itu membuat saya mundur ke masa lampau, mengingat masa dimana orang tua saya masih tinggal di desa, di pedalaman Kalimantan Barat berdinding kayu yang mungkin saat ini rumahnya sudah rata dengan tanah, kalau malam listrik mati, kalau mau ke rumah sakit untuk kontrol harus naik ojeg dulu, lalu naik angkutan umum. Mereka membanting tulang bekerja siang malam hanya untuk membesarkan saya anak pertama, Binu si tengah dan Cahya si bungsu hingga bisa sampai saat ini.... 

Upaya chef dari dan tim lounge memasukkan jagung rebus yang tentunya menyehatkan juga menandung makna usaha, kerja keras dan kesederhanaan... Salut, jagung rebus ini ternyata bisa menginspirasi manusia seperti saya untuk mengingat kembali dan pada puncaknya mengucap syukur dengan mendoakan orang tua.. what a food..

suasana di lounge bandara Husein Sastranegara, beda tempat beda suasana


In Flight
Perjalanan ke Bali ini membuat semangat, pertama melalui informasi dari kokpit, bahwa cuaca cerah namun ada sedikit awan. Kedua, sebelum terbang, kami di kelas bisnis diberikan welcome drink dan handuk untuk sedikit menyegarkan badan, saya memilih teh hangat karena memang cuaca cukup dingin. Asyiik..

welcome drink & handuk

Armada yang saya naiki adalah jenis Boeing 737-800 NG, jarak antar kursinya legaa banget, lebar kursinya juga lumayan. Setiap kursi di kelas bisnis dilengkapi dengan bantal, sandaran kaki, AVOD (Audio Video On Demand), dan meja lipat untuk makan.

logo award maskapai bintang 5

bantal

jarak antar kursi
Sesuatu yang spesial menurut saya adalah flight attendant menyebut kami para penumpang yang duduk di kelas bisnis dengan nama, yap.. nama kami masing-masing, sesbuah ucapan perkenalan yang sangat menyentuh, pantas saja Garuda menjadi Airline bintang 5 versi Skytrax, bangga...

headphone ada di depan kursi
Pada kali ini saya ditawari pilihan makanan berupa nasi goreng atau omelet, akhirnya saya memilih untuk menikmati nasi goreng. Penyajiannya juga dilengkapi dengan yoghurt, buah segar dan kerupuk.

Main Course... Nasi Goreng

Selama penerbangan, saya membaca majalah colours, inflight magazine dari Garuda dan sesekali melihat pemandangan di luar. Ketika mendekati daerah Jawa Timur, pilot menginformasikan bahwa di cuaca cerah dan Gunung Arjuno terlihat dengan jelas. Pemandangan yang tiada duanya dan tiada replikanya, ini mengingatkan saya lagi kepada orang tua yang telah memberikan doanya sehingga saya bisa menikmati penerbangan ini, amazing... karena tidak hanya pemandangan ini saja yang saya dapat lihat, kelompok Gunung Merbabu Gunung Merapi dan Rawa Pening di Jawa Tengah terlihat jelas, Gunung Selamet  dan Gunung Ciremai yang berada di pantai utara jawa terlihat timbul diatas awan, dataran tinggi Dieng juga terlihat walaupun sedikit samar-sarmar. Sesaat setelah take off, waduk Jatiluhur dan waduk Cirata juga menjadi pemandangan pembuka.. Pemandangan yang tak ada replikanya, gumam saya...

Colours, Garuda Indonesi inflight magazine

Gunung Arjuno


Landing & Baggage Collection
Landing di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali yang pada saat itu cuacanya cerah cukup lembut, pemandangan yang saya suka adalah sesaat sebelum landing melewati kapal penangkap ikan berjejer di sekitar pelabuhan Benoa.

pemandangan kapal berbaris rapi
Kali ini pesawat mendapat jatah parkir di remote area, yang artinya harus menggunakan bus untuk ke terminal kedatangan, kami dari kelas bisnis diberikan kendaraan khusus yang langsung ke terminal kedatangan.
Van ke terminal
 
Welcome to Denpasar, Bali


Sesampainya di terminal, saya menunggu di Premium Baggage Collection, semacam lounge namun digunakan untuk menunggu bagasi sementara bagasi saya disiapkan oleh petugas dari Garuda.
Premium Baggage Collection, ambil air mineral dulu buat penghilang dahaga

dari dalam Premium Baggage Collection
 
Tag bagasi


Kalau mau lihat pengalaman terbang lainnya dengan Garuda ke Papua bisa dilihat disini selain itu ada juga pengalaman terbang ke Singapura dan pengalaman terbang dengan Garuda Boeing 777-300ER.

****

Suatu pengalaman yang seru bagi saya, menikmati penerbangan kelas bisnis dari maskapai bintang 5, menikmati cerahnya pemandangan di luar yang tiada duanya dan mengingat orang tua yang telah berjasa bagi kami..

Disclaimer : Postingan ini ditulis berdasarkan kondisi saat itu, untuk kondisi terkini bisa tanya maskapai :)

10 December 2016

Makanan Halal di Singapura, Tekka Food Market

Ketika kami memutuskan untuk memilih Little India menjadi tempat menginap sementara selama liburan di Singapura tentunya dengan banyak pertimbangan. Salah satunya adalah masalah tempat makanan halal.

Singapura merupakan negara multi kultur, multi etnis, dan tentunya multi budaya. Salah satunya ditunjukkan dengan makanan. Saya yang lama tinggal dengan warga peranakan, bahkan bermain bersama, belajar bersama di rumahnya tahu betul bahwa berkumpul dan bercengkrama merupakan salah satu kegiatan sosial yang wajib dilakukan. Di Little India, Singapura tepatnya di Tekka Food Market budaya itu terlihat, walaupun tidak terlalu menonjol.

Kembali ke makanan halal di Singapura, terdapat beberapa tingkatan jaminan kehalalan suatu makanan, yang tertinggi adalah makanan atau restoran yang tersertifikasi halal oleh Majlis Ugama Islam Singapore (MUIS), setingkat di bawahnya adalah muslim owned atau dimiliki oleh orang muslim, tulisan halal terpampang di gerai mereka namun jelas belum tersertifikasi oleh MUIS tadi. Pun begitu di Tekka Food Market, banyak gerai halal disana.

Nasi padang, halal, muslim owned

suasana makan



Saya menyempatkan minum kopi bersama warga malaysia, yang ternyata mengajak ngobrol tentang activity tracker yang saya kenakan karena memang saya doyan olah raga.


Gerai minuman

Kopi-O


Untuk ke Tekka Food Market yang terletak di Tekka Center, dari Little India anda berjalan ke arah Serangoon Road, yang bersimpang dengan Buffalo Road, Tekka Center ada di persimpangan itu. Masuk saja anda akan melihat area makan yang cukup luas.


Pemandangan di depan Tekka Center


Label Halal di Singapura

27 November 2016

Tersesat, Makan dan Bermain di Asep Stroberi Garut

Sejatinya kami sengaja berangkat dengan tujuan Garut untuk sebuah misi... kondangan.. Haha.... Saudara saya di grup chatting sudah sibuk semalaman menginformasikan kalau sudah pada posisinya di Garut. Saya sendiri heran, ternyata ada ya saudara yang di daerah Garut. Saya yang secara trah (leluhur) merupakan buyut tertua dan kami juga tinggal di Jawa Barat akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan darat untuk sekedar bersilaturrahmi, walaupun istri saya agak ragu, karena kami semua belum pernah ke Garut.

Singkat cerita perjalanan lancar banget dan sudah sampai Nagreg, weitss.. namun berhenti disitu aja, kejadian pertama dimulai setelah jalan masuk ke arah Garut macet, parah, sehingga kami sampai di sekitar lokasi titik kumpul pukul 11, lokasi titik kumpul yang diposting saudara saya ini adalah sebuah pasar dan belum masuk kota Garut. Tepatnya daerah Kadungora. Sudah saya coba kontak saudara yang ikut acara ternyata sudah pada kembali ke Jawa Tengah dan Bekasi dan gak bisa nyambung-nyambung teleponnya, alamaak..

Bekal saya cuma screenshoot undangan pernikahan, nyari location via map juga ga percaya, gimana nggak percaya, arah petunuknya ke sebuah gang kecil dan tidak tahu ujungnya kemana, udah dicoba masuk pakai jalan kaki, gak ada janur melengkung... Karena udah bolak balik tanya, akhirnya nongkrong dulu di SPBU, saat berhenti ini anak saya mulai rewel lapar, saya sama istri yo bingung mau makan dimana ini. Sambil jalan, akhirnya tanpa pikir panjang kami berhenti di sebuah restoran kebun Asep Stroberi, sesuatu yang jarang kami lakukan karena untuk urusan perut biasanya pasti lama untuk memutuskan... alasannya satu memilih Asep Stroberi... rame yang parkir..

Ternyata, Asep Stroberi tempatnya langsung membuat anak saya ketawa dan riang lagi, padahal belum makan.. Alasannya apa coba? karena dia lihat bangunan berbentuk strawberry.. ngoceh "Pa, itu strawberry apa?... kok besar banget?..."

strawberry....

"Oke, nanti kita lihat ya, tapi makan dulu.." jawab saya dan kami langsung memesan 1 paket nasi liwet dengan lauk ayam dan 1 paket nasi liwet dengan lauk empal, anak saya gak mau kalah dengan memesan 1 jus strawberry... emang, kalau rejeki gak kemana.. udah laper banget... tanpa menunggu lama langsung datang... hap..hap..hap..

nasi liwet 2 porsi, plus tumis kangkung
 
paket nasi liwet


Nasi liwet disini, khas sunda, enak menurut saya, mana masih anget lagi..

Seperti biasa, ronde pertama makan selesai, saya dan anak saya langsung menjelajah apa saja yang Asep Stroberi tawarkan... ada flying fox, naik kuda, naik becak, naik bebek genjot dan main perahu... Anak saya memilih naik perahu, setengah jam, karcis permainan bisa didapat di konter dekat kolam...

jembatan gantung wannabe..

antri beli tiket permainan

mendayung perahu..
 

Setelah itu menjelajah bangunan strawberry, di dalam bangunan ini tempat makan juga, tapi lesehan dan ternyata di belakangnya ada tempat bermain bagi anak-anak, langsung lah mlencir dia ke sana...

mlencir main di playground

Tak terasa, jam 13.30 ponsel saya berbunyi, saudara saya menjelaskan bahwa titik kumpul yang diposting pertama adalah tempat mulai, dan lokasi hajatan masih jauh dari titik kumpul itu.. pantesan... akhirnya dikasih tahu tempatnya dan meluncurlah kami kesana..

sampai juga tapi udah sepi.. yang penting sampai..

Akhirnya, ketemu juga dan kami bisa bersilaturrahmi... di perjalanan pulang anak saya nyeletuk "Pa, kapan-kapan naik perahu lagi ya, main di rumah strawberry lagi ya..."


Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com