Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

31 October 2018

Travel Gift: Our First Journey as Fourth

Yeay i'm back..

"Aku boarding.." Kira-kira seperti itu pesan saya kepada keluarga di Indonesia sebelum saya berangkat untuk boarding dari Taiwan ke Indonesia. Kalau ditanya pakai maskapai apa? Airasia menjadi pilihan kala itu karena waktu penerbangan yang tidak perlu layover. Pertengahan bulan Oktober saya memang berencana untuk pulang kembali ke Indonesia dengan meminta izin pada adviser saya, dan beliau mengijinkan dengan syarat bahwa saya harus tetap menulis publikasi yang dibutuhkan untuk persiapan konfrensi tahun depan. Baiklah..

Perjalanan dengan Airasia X dan Indonesia Air Asia kala itu ternyata tidak terlalu melelahkan, mungkin karena penerbangan yang lebih lama (Taipei - KL) dilakukan siang hari lalu transit 4 jam untuk beristirahat hingga malam hari di KLIA2 dan baru pada malam hari terbang ke Jakarta, sehingga sebelum berganti tanggal, kami bisa berkumpul.. Tips untuk membuat perjalanan ini tidak membosankan adalah dengan memesan makanan, memastikan head rest tepat menyangga kepala dan tidur.

Melihat sepasang mata yang menunggu saya di depan pintu kedatangan itu ternyata memberikan rasa tersendiri.. wow..


You got mail


"Hey.. they give the deadline for submitting, November 1st, please, you can do that".. Adviser saya tiba-tiba mengirim email, saya hanya bisa terdiam sejenak dan bergumam, kenapa gak bilang dari kemarin-kemarin ketika ketemu.. eh ternyata diapun baru dapat emailnya.. Impian mau liburan enak jadi gagal total ini, maklum.. mahasiswa kaya saya ini planning untuk menulisnya susah, mengambil citasi dari publikasi lain pun butuh perjuangan.. saya perlu jaringan VPN kampus untuk download publikasi, huhu..

Lagi sedang berusaha untuk menyusul ketertinggalan, istri dan anak saya tentunya dengan ekspektasi mereka, mengajak saya untuk sekedar keluar rumah untuk melepas penat dan bercerita, tentunya setelah selesai urusan sekolah. Di saat ini saya mendapat berita kedua, "Kita ke Jogja aja yuk..."

Wow, bagi saya ini sebuah keinginan yang diluar ekspektasi saya tapi patut untuk dipikirkan dengan matang.. Cuma mikir juga, ini nyonya posisi perut gede, anak juga gak libur tapi malah pengen ke Jogja, tapi ternyata dia sudah mikir jauh-jauh hari sambil di akhir perjalanan bilang "Baju udah siap kok, tinggal packing aja.." sambil tertawa..


Let's go to Jogja

Singkat cerita, tengah malam kami sudah dalam perjalanan ke Jogja dengan kendaraan pribadi sambil mengenang keseruan ketika sering Jakarta-Indramayu via tol cipali selama lebih dari 2 tahun. Pas kira-kira sampai Tegal, istri saya bilang.. "Praktek dokternya ada lho besok, kalo sampai Jogja pagi kita langsung ke RS aja.." Tanpa perlu berargumen, buat saya "Ya.." adalah jawaban terbaik.. mungkin juga bapak-bapak yang pernah mengalami hal yang sama cukup bilang "ya" itu sudah cukup. :)


03 February 2018

Bermain di Pantai Baru, Yogyakarta - A Journey to Renewable Energy Scholar

Senja kala itu di Bantul.. Hari kedua ketika kami sedang "pulang kampung" ke Jogja.

Anak saya akhirnya mengutarakan keinginannya untuk kembali bermain-main di pantai. Mungkin baginya pantai di Jogja memberikan kesan tersendiri, di masa balita-nya, pantai selatan Jogja sudah menjadi tempat bermainnya. Entah bermain pasir ataupun sekedar membasahi kaki dari ombak atau menghirup udara pantai.

she with the sun(set)

Biasanya kami memilih ke Pok Tunggal yang cukup jauh tapi indah dengan pasir putihnya, atau ke Gesing yang harus naik turun bukit karena memang daerahnya sudah dikenal. Namun kali ini kami ingin menikmati senja di hamparan pasir hitam pantai selatan daerah di Bantul. Alasannya simpel, karena dekat..!

Pantai yang kami tuju adalah pantai Baru, atau sering disebut pantai Kwaru. Masih dekat dengan pantai Pandansari, yang terkenal dengan mercusuarnya. Terletak di selatan Bantul, pantai ini masih tidak terlalu ramai pengujungnya. Dengan bibir pantai yang cukup lebar, kesempatan untuk bebas bermain pasir masih cukup terbuka.

bermain pasir di bibir pantai

Kami mengenalkannya kepada pasir hitam, mungkin ini kali pertamanya bermain cukup lama di pantai pasir hitam. Hobinya jelas.. membuat gundukan dari pasir. Di pantai ini banyak dijumpai warung makan, toilet dan tempat bilas dan juga wahana untuk bermain kendaraan ATV. Lumayan mengasyikkan.


trek ATV


papan / denah keadaan darurat

Bagi saya yang sangat menyukai hal-hal berbau teknis, pantai ini memiliki kesan tersendiri walaupun memag tidak terlalu terkenal. Pantai ini mempuyai potensi sumber tenaga angin yang cukup banyak. Para ilmuwan-pun mengabadikannya dengan membuat barisan kincir angin yang dapat menangkap angin dan memutar generator yang ujung-ujungnya menghasilkan listrik.

barisan kincir

ini di Indonesia, bukan negara eropa

Bagi saya, ini adalah sebuah kesempatan yang mengarah pada keoptimisan bahwa suatu saat kita akan dapat menghasilkan tenaga listrik untuk masyarakat mendekati bahkan melebihi sumber daya yang digunakan saat ini.

senja dan barisan kincir angin


Matahari sudah semakin berwarna kuning kemerahan, tanda malam akan datang. Namun kincir angin tetap berputar selagi angin tetap berhembus. Lampu-lampu jalan yang bertenaga solarcell pun mulai bersinar satu persatu setelah sensornya membaca bahwa cahaya sang matahari sudah mulai redup, saatnya energi yang disimpan dikeluarkan. Sebuah siklus yang bersumber dari sebuah tenaga yang terbarukan yang akan terus bergerak, bergerak dan terbarukan.

Momen ini membuat keingintahuan saya tentang renewable energy atau energi baru dan terbarukan menjadi muncul ke permukaan, membuat saya mencari kesempatan untuk mempelajarinya mencari sebuah Letter of Acceptance di bidang Renewable Energy.


Salam.


03 October 2017

13 June 2017

Menunggu Waktu Berbuka Puasa di Taman Pintar

"Pernah tinggal di Jogja tapi gak pernah ke Taman Pintar.." Istri saya berujar ketika perjalanan ke Jogja.

Mungkin istri saya punya perasaan bersalah kepada anak saya karena semasa tinggal di Jogja belum pernah ngajaknya ke Taman Pintar.. Alhasil, ketika ada kesempatan ke Jogja pada bulan Juni 2017 yang juga pas puasa ramadhan ini, dia mengajak kami untuk menghabiskan sore di Taman Pintar, sekalian menunggu waktu berbuka puasa, sekalian katanya bagi anak saya yang sedang belajar berpuasa.

bermain genderang


06 May 2017

Bye My Travelmate, HTC : Pesona Tebing Pantai Gesing

Istri saya bilang, "life cyclenya udah abis, relakan saja.."

Tapi tetap saja saya berusaha untuk menghidupkannya kembali, tangan saya sudah terlanjur lengket dengan ponsel pintar satu ini. Disokong update resmi dari HTC yang terus menerus datang sampai yang terakhir android Marshmallow pun masih dapat dijejalinya.

Mengambil lirik salah satu lagu Avril Lavigne, You're always there, you're everywhere... But right now I wish you were here.. Berharap kembali.. Kehilangan salah satu travelmate ini mengingatkan saya salah satu kamera saya, Coolpix 5400, di jamannya udah jagoan, tersapu oleh ombak pantai Parangtritis.. lha iki gantian ning Gesing, jiaaan.. masih sama-sama daerah selatan Jogja..

Sebelum dia tidak bisa hidup lagi, sempat saya mengabadikan beberapa kegiatan berbeda di Pantai Gesing, pantai sebelah selatan Jogja yang mempunyai tebing-tebing terjal. Ide ini diinisiasi oleh adik saya, yang hobinya rock fishing di daerah ini karena ketika mencoba bermain pasir di Pantai Gesing seperti kujungan kami sebelumnya, ombak cukup tinggi sehingga disarankan untuk tidak bermain pasir di pantai.

wooow...

29 April 2017

Berlari Half Marathon di Mandiri Jogja Marathon 2017

Sudah lama kami tidak ke kawasan Candi Prambanan, seingat saya terakhir adalah saat mau menonton sendra tari Ramayana yang versi open air, itu sudah lama sekali.. ketika ada ajakan teman saya yang hobi berlari, yo.. mulih karo mlayu ning Prambanan yo.. saya pun antusias, karena ini akan menjadi pengalaman Half Marathon pertama di Jogja. Sekalian pulang ke daerah dimana saya belajar, juga mengenang sejarah Indonesia, sambil berlari pula..

Mandiri Jogja Marathon 2017


Memilih Jarak Lari
Saya hobi berlari, walaupun levelnya tidak seperti menyelam, tapi cukupan lah bagi seorang pelari pemula, overweight pula... Pilihannya di web Mandiri Jogja Marathon 2017 ada 5K, 10K, Half Marathon 21K dan Full Marathon 42,195K dan saya memilih Half Marathon, 21 Kilometer... buat pelari pemula yang pas-pasan ya.. cukupan lah..

02 November 2016

Weekend di Jogja Bersama Anak

Dul Kemin : Penak yo kerjo ning Jogja..
Saya : Omonge sopo? Tergantung..
Dul Kemin : Lha kok iso?
Saya : Nek itungane penak ki iso ning mall, yo ra penak, aku 2 tahun kerjo ning jogja ra tau ngemall karo anak bojo.. tapi nek itungane pas prei iso bareng keluarga, iku penak..
Dul Kemin : Lha, piye kowe ki?
Saya : Lha tenan je.. aku mlebu mall jogja karo bojoku bar pindah seko Jogja *trus lirik-lirikan*..

Artinya

Dul Kemin : Enak ya kerja di Jogja..
Saya : Kata siapa? Tergantung..
Dul Kemin : Kok bisa?
Saya : Kalau yang dikatakan enak itu bisa ke mall, ya menurut saya enggak enak, saya 2 tahun kerja di Jogja tidak pernah ngemall bareng anak istriku.. tapi kalau enak itu setiap hari libur bisa bersama keluarga, itu enak..
Dul Kemin : Kamu ini gimana sih?
Saya : Beneran lho.. aku masuk mall di jogja bareng istriku setelah pindah dari Jogja *trus saling melihat*...

Tapi memang benar, percakapan tersebut terjadi setelah saya pindah dari Jogja... Setiap weekend adalah waktu untuk keluarga, saya yang workaholic kadang lupa waktu saat bekerja, sampai-sampai untuk kerja saya membuat jaringan internet khusus ke rumah, aksesnya pakai VPN, supaya bisa menembus jaringan khusus kantor.. HT (handy talkie) juga saya bawa pulang.. ya bagi saya mendengar HT berbunyi itu menandakan kejaan lancar, tapi bagi istri dan anak saya mungkin kalo bisa dibanting tuh HT biar diem...

Tidak kategori enak dan tidak enak gak cuma itu, Jogja termasuk kota pariwisata, dan dengan semakin banyaknya spot-spot wisata maka wisatawan sering datang ke Jogja, tiket sering sold out, kalau masih ada harganya mahal.. saya pernah bergumam "Jogja itu susahnya cuma satu, nyari tiket.. mau pulang aja kalah cepat sama wisatawan...."
 
Main layangan di pantai
 
OK... Setiap weekend biasanya istri saya punya bucketlist, mau ngapain aja seperti main layangan di pantai, jadinya saya tinggal manut aja, beberapa aktivitas yang kami lakukan :

Olahraga pagi di UGM
UGM (Universitas Gadjah Mada) setiap weekend membuka beberapa areanya digunakan untuk olah raga atau beraktifitas, apalagi sudah tak seramai dulu, ini menjadi spot menarik buat kami. Sebenarnya yang kami lakukan bukan olahraga juga, cuma main-main dan mengeluarkan energi aja, anak saya termasuk yang dikasih gift powernya berlebih, jadinya harus disalurkan.. Dia sepedaan saya lari atau sekedar menemaninya...

Olahraga


Tak jauh dari lokasi olah raga, kadang jalan ke sunmor (sunday morning).. ya kalau mau beli camilan kadang beli sesuatu di sunmor, kalo ada yang buat males ke sunmor itu cuma jalan kakinya, lumayan juga nggendong anak sambil jalan kaki..

Renang
Walaupun ada kolam renang IKIP, saya menyebutnya begitu, kalau sekarang IKIP udah ganti jadi UNY.. kami jarang renang disana sebenarnya, karena kalau renang di hotel, misal Hotel Jayakarta, Hotel The Rich, ya simpel sih alasannya karena ga rame... dan diajakin temen yang punya voucher, haha...



Sarapan
Membuat sarapan pagi menurut saya adalah hal yang tiba-tiba membuat hectic bagi kaum ibu, termasuk istri saya, dan sabtu-minggu adalah hari yang disukainya... karena gak masak, tinggal menyambangi warung makan trus makan disana.

Menu sarapan yang paling sering kami makan di hari libur adalah bubur ayam, buat anak-anak ini yang paling cocok, selain itu ada soto ayam yang tersebar di beberapa tempat tapi kadang soto kudus, dan tak lupa lontong opor.

Menunggu bubur langganan


Gudeg?? Hwaa.. bukannya tidak ada di daftar menu, tapi makanan khas ini jadi menu kalau ada keluarga datang, Wijilan mung sakplinthengan..

Siangnya banyak aktivitas yang menyenangkan bisa dilakukan, Jogja gitu loh... dan kami seringnya  ke lokasi yang budgetnya terjangkau

Main ke Kaliurang
Kaliurang dekat dengan kota Jogja, di sana juga ada taman yang ada permainan untuk anak. Kalau sedang ingin menghindar dari hingar-bingar Jogja biasanya kami escape di Kaliurang. Tapi kadang cukup menyambangi taman bermain Kaliurang, lalu pulang.


Bermain di Taman Kaliurang


Jalan-jalan ke Candi
Sayang kalau di Jogja tidak mengunjungi situs bersejarah, salah satunya candi.. banyak candi yang masih disekitaran Jogja bisa disambangi, candi Kalasan, candi Ratu Boko

Bermain di Candi Kalasan


Mancing
Gen anak saya sepertinya condong ke kedua kakeknya yang doyan mancing, mulai mancing kolam maupun hingga ke laut.. tak ayal dia punya ketertarikan dengan namanya ikan dan kegiatan memancing.. setiap mancing, walaupun cuma mancing ikan nila, patin atau lele dia selalu ingin menarik reel pancingnya ketika strike...

Strike...


Ke Pantai
Terus terang, agak alergi juga bawa kamera kalau ke pantai ini, ya.. kamera Nikon saya pernah dilibas sama ombak di Parangtritis, yo lengkap sama tas-tasnya.. jadi ke pantai juga milih-milih yang gak terlalu landai, biasanya ke pantai jarak sedang seperti pantai Ngandong, jarak dekat pantai Depok atau Samas, yang jauh ke pantai Pok Tunggal. Yang lebih berbobot lagi ya camping di pantai.

Bermain di pantai


Ke Sermo / Bendungan
Tahukah anda kalau di Jogja banyak jalur pengairan buatan yang unik, misal jembatan crossing air di daerah Pogung, atasnya masih dilewati kendaraan lagi.. Di bagian hulu, daerah Kulon Progo ada Waduk Sermo yang cocok juga dikunjungi, di Perbatasan Bantul dan Kulon Progo ada pintu air yang cukup besar, dan sering dijadikan tempat nongkrong masyarakat sekitar..

Melihat bendungan


Main ke Tempat teman
Jogja tempat bercengkrama, mungkin itu juga yang membuat kami sering main ke tempat teman untuk menghabiskan waktu weekend, sekedar makan-makan bersama atau anak kami main bareng sudah cukup mengobati kerinduan akan bersosialita.. Anak saya senang sekali ketika saya main ke tempat teman saya di Bantul, di belakang rumahnya ada kandang sapi dan kambing, eh.. dia pengen megang tu kambing.. dan menirukan suara sapi, mooo...

Ngasih makan sapi gratis.. kalo di tempat lain bisa bayar..

Malam di Jogja juga banyak hal yang masih bisa dilakukan, walaupun makan menjadi kegiatan utama, haha...

Main ke Taman Lampion
Museum Jogja Kembali yang terletak di Ring Road Utara sudah dipercantik dengan adanya hiasan-hiasan lampion cantik. Konsepnya mirip dengan Batu Night Spectacular di Batu, Malang. Sesekali kami menyambangi taman ini untuk sekedar jalan-jalan.



Mungkin ini kebiasaan yang kurang baik, tapi sering kami lakukan dan menjadi salah satu penyebab jarum timbangan berat badan melewati angka 90 kg, hihihi... tapi memang menghabiskan minggu malam dengan keluarga dan bercengkrama sambil makan itu menyenangkan. Tempat makan yang paling sering kami sambangi adalah SS, Spesial Sambal, alasannya simpel.. mangane iso akeh, nglawuhi, murah.. 

Berbeda dari menu yang njawani, kami juga sering ke Nanamia Pizzeria, yang di Prawirotaman, karena dekat rumah dan memang anak saya suka sekali dengan pasta. Selagi menunggu, seringnya anak saya mewarnai atau main mainan yang disediakan disana. Lain halnya kalau keluarga datang, bisa ke Jejamuran yang jauh atau pesan satu ekor Ayam Bu Tini yang dekat dengan rumah.

Nanamia, resto yang menyediakan mainan untuk anak-anak


Yang agak ringan paling makan ice cream / gelato.. 

Nge-Es Krim dulu..


Nek wes males yo pesen Rata-Rata, hahaha...

Masih banyak lagi kegiatan di Jogja waktu weekend... Aiiihh.. dadi pengen bali ning Jogja...



***

Tulisan ini sejatinya untuk mengingatkan kami bahwa ada momen lucu ketikan pertamakalinya saya dan istri masuk ke mall di Jogja, Ambarukkmo Plaza... setelah kendaraan kami dicek dan masuk basement, kami saling tertawa karena tersadar bahwa itulah kali pertama kami masuk mall Jogja bersama-sama setelah pindah dari Jogja..


12 October 2016

Recovery Perjalanan Dari Singapura Ke Yogyakarta Pasca Erupsi Gunung Kelud

Fiuuuuhh...  *sambil ngelus dada dan bergumam*... karena perasaan campur aduk saat saya bisa kembali ke rumah di Jogja dan melihat terasnya pasca Gunung Kelud erupsi..


Bukan karena apa-apa, tapi karena saya menempuh perjalanan liburan yang melelahkan dan menguras waktu untuk bisa ke Singapura, tiket perjalanan PP sudah otomatis dibatalkan karena bandara Adisutjipto, Jogja dan Adi Soemarmo, Solo harus ditutup sementara...

Setelah minggu pagi jalan-jalan di sekitar Toa Payoh, Novena... siangnya dapat berita saat di Orchard Road, Singapura saya dan rekan saya yang dari Jogja dapat perintah senin pagi harus sudah ada di Jogja...ediaaaan....?? Hari itu hari minggu 16 Februari. Di Singapura pula, tanpa tiket... yang ada tiket ferry ke Batam..karena sudah dipesan sebelumnya..


Cari penerbangan Batam-Jakarta

Ya, yang lainnya belanja di Orchard ada yang belanja tas, belanja baju, saya sama teman saya cakrukan di emperan nyari-nyari tiket.. Batam-Jakarta dulu lah minimal... 
 






hopeless... 

Penerbangan Batam - Jakarta habis semua untuk kelas penerbangan ekonomi.. tapi kudu mulih ya kudu mulih.. dapat pencerahan kalau kelas bisnis ada.. langsung hajar aja..

well done, tiket Batam-Jakarta udah dapat, harga..... silent..pokoke muliiiih.titik.


Cari penerbangan Alternatif ke kota terdekat dari Jogja & Transportasi 24 Jam

Abis itu pusing, naik apa dari Jakarta ke Jogja atau kota terdekat misal Solo, Semarang atau lainnya ternyata penuh untuk kereta.. karena bandara Semarang, Solo, Jogja masih tutup CLOSED... sampai bandara dinyatakan bersih oleh otoritas...

Ternyata rejeki memang gak disangka-sangka... berbekal teman saya orang Mojokerto dan ingat bahwa dia sering PP Mojokerto-Jogja naik bus Patas Surabaya-Jogja yang 24 jam itu, saya dan teman saya mencari jadwal pesawat Jakarta-Surabaya waktu masuk ke WaterFront, sebelum naik ferry ke Batam.

Ternyata pencarian berbuah manis, tiket pun didapat.... satu maskapai pula.. dan sampai juga kami di Batam. Buru-buru beranjak ke bandara Hang Nadim, Batam naik taksi yang ada untuk terbang... dan dimulailah perjalan kami ke Jakarta, lalu transit ke Surabaya.

Bus ke Jogja

Sekitar pukul 22.00 malam kami mendarat di Juanda, Surabaya dan naik taksi menuju ke terminal Bungurasih.. legaaa.... bus Eka Patas jurusan Jogja ternyata sudah siap untuk berangkat.. waktunya tiduuuur....

Akhirnya, jam 6 pagi di hari Senin, sesuai perintah... sampai juga kami di Jogja. Jam 7 ke kantor...
Mie Ayam Tumini esuk-esuk durung buka.... ya ngankring disik wae lah... ning ngarep Terminal Giwangan...


Jebule kon resik-resik abu vulkanik...ayo makaryoo...

04 October 2016

Minggat sebentar dari Kota Jogja ke Kaliurang

Kadang jenuh berada di Kota Jogja, kota Jogja beneran bukan kota jogja coret yaaa... kalau ditanya kenapa? jawabannya ya... macet, ramai, panas mungkin jadi alasan, tetapi memang inilah yang dirasakan oleh saya tentang Kota Jogja saat itu, sampai bingung kapan Jogja bisa lengang?..

Jogja lengang pas gak musim liburan, nek pas musim liburan cari tiket aja susahnya minta ampun padahal mau pulang ke rumah sendiri... Jogja juga lengang pas gak banyak orang kantoran ngabisin budget anggaran tahunan dengan alibi rapat di Jogja... hee.. tenanan iki.

Saya dan keluarga (pernah) tinggal di Jogja, tepatnya di daerah selatan keraton Yogyakarta, cukup sepi dan lengang, mbiyen...., karena bukan kawasan yang banyak turisnya. Di suatu weekend dan Jogja ternyata yo.. lagi njelimet kepikiran cari tempat yang enak buat minggat sebentar tapi ga jauh-jauh (maklum, konangan minggat seko DIY tanpa izin atasan Surat Peringatan menunggu).... akhirnya diputuskan minggat sebentar ke Kaliurang.

Kaliurang ini letaknya di lereng gunung Merapi, bukan jalan kaliurang bawah yang ramenya kaya mbuh.. dulu hawanya mantap di jalan kaliurang bawah ini.. isih ngeling-eling jaman 10 tahun kepungkur... aku sih pit-pitan cah ning Jakal. Walaupun beberapa kawasan di Kaliurang pernah hancur dilanda awan panas pasca erupsi Gunung Merapi.

Lokasi yang saya singgahi adalah Sambi Resort, jika ditanya kok kesini? jawabnya sederhana.. karena dikasih tahu teman saya "Tony si Raja Minggat" tapi "minggat apik lho ya", kalo tanya lokasi bagus tempat minggat bocahe mesti ngerti...

Sambi Resort berada di Jalan Kaliurang KM 19,2 lokasinya sudah mendekati pintu masuk kawasan wisata kaliurang dan sudah melewati Universitas Islam Indonesia. Sambi Resort berada di sebelah kanan jalan, masuk dulu ke kawasan Desa Wisata Sambi. Lokasinya hijau dan hawanya sejuk.


Sambi Resort
Sambi Resort menawarkan beberapa kegiatan selama minggat, tapi saya hanya menginap, makan dan paling leyeh-leyeh.. ada fasilitas outbond, tapi tidak dilakukan karena selain malas, anak saya waktu itu juga masih kecil.




Yang paling menyenangkan adalah ada gubug yang berbatasan langsung dengan hamparan sawah yang luas, menjadikannya tempat yang tepat untuk sekedar bersantai. kalau pengen lebih ekstrim bawa tikar, trus minta pelayannya nganter makanan di situ nek isooo..



Ketemu Tony, teman saya *si raja minggat* lagi leyeh-leyeh bareng keluarganya

Rumah Bambu, untuk keluarga

Di Sambi Resort, saya waktu itu menggunakan kamar biasa yang jendelanya kalo dibuka lebar-lebar adanya sawah doang.. Makannya 3 kali sehari juga oke, overall menyenangkan minggat sehari disini..

Beberapa spot lain yang menarik yang juga patut dijadikan tempat minggat :
- Queen of The South, hotel dengan pemandangan pantai laut selatan.
- The Cangkringan Jogja Villa & Spa, ada private pool
- Kalyana Resort, renang sambil lihat lembah dan mendengar siulan burung wiwik unciung..

Link Bermanfaat :
- Sambi Resort

Ojo bingung nek arep minggat apik...minggat wae... 

06 May 2016

Berwisata ke pantai dan menikmati kepiting di Pantai Gesing - Yogjakarta | westborneoroad

Judulnya sepertinya menggoda, tapi memang itulah yang kami lakukan pada bulan April 2016 lalu.

Saat kami sedang ke Jogja, ingin sejenak merasakan aura “Jogja” dari rutinintas pekerjaan dan aktivitas. Memang ada beberapa agenda yang akan dilakukan di Jogja, dan bukan berwisata intinya. Tidak sengaja anak saya berceloteh, “yuk ke pantai”, mungkin karena dia kangen pantai dan di rumah eyang dia merasa sepi karena kucing peliharaan adik saya dipindahkan ke lokasi lain.
Setelah berbincang dengan adik saya, diputuskanlah kita akan ke pantai Gesing, pantai yang sejatinya masuk daerah Gunung Kidul, namun aksesnya lebih dekat dari Imogori, Bantul.
Jika bertanya, kenapa pantai Gesing alasannya karena adik saya sudah akrab dengan pantai pasir putih tersebut, dia sering memancing, bahasa kerennya “Rock Fishing” di sekitar Gesing

Perjalanan dimulai pagi hari, agar bisa bersantai dan bermain di Pantai. Melewati Imogiri dan daerah Panggang, akhirnya sampai juga ke pantai Gesing. Saya takjub dengan jalannya dari Kota Jogjakarta sampai dengan pantai Gesing hanya sedikit sekali kondisi jalan yang rusak.
Setelah sampai di pantai Gesing, terlihat banyak sekali perahu nelayan yang sedag diparkir di pantai, juga aktivitas para pelaut memperbaiki jala maupun peralatan mereka. Disisi lain ada warung-warung yang menyediakan minuman dan makanan.






Anak saya langsung nagih, main pasir.. walau tanpa peralatan untuk bermain pasir dia tetap enjoy main pasir.. sampai 3 kali tersapu ombak bangunan dari pasir yang dia buat.





Karena kami tidak membawa baju ganti jadinya kami nongkrong di warung saja, sambil bertanya-tanya menu makan siang yang ada apa aja.. tiba2 dijawab kepiting.. sontak kami pun langsung setuju dan meminta untuk dimasak 3 rasa, asam pedas, asam manis dan tanpa bumbu.








Joss banget dan recommended lah…

07 September 2015

Bermain bersama di Gedong Songo dan Umbul Sidomukti Semarang

Ketika penat melanda, dan akhir minggu tiba maka mengambil waktu bermain bersama keluarga ataupun teman-teman akan mengasyikkan.

Kali ini saya sharing pengalaman kami berwisata ke salah satu tujuan wisata keluarga yang terletak di kawasan Candi Gedongsongo, Ambarawa dan Umbul Sidomukti, Ungaran yang keduanya terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.


Kawasan ini merupakan salah satu kawasan wisata favorit di daerah utara Jawa Tengah, didukung oleh fasilitas yang cukup memadai, udara yang sejuk dan beberapa lokasi kuliner yang dapat memanjakan lidah.

Perjalanan dimulai dari Yogyakarta, sudah siang langsung menuju kawasan Candi Gedong Songo, bermain di situs purbakala sambil naik kuda (lupa fotonya dimana) setelah itu turun ke penginapan yang ada dan beristirahat.






Paginya dilanjutkan bermain di kawasan umbul Sidomukti, disana anak-anak bermain ATV dan bermain di kolam air.

Bermain di Penginapan
 


Sarapan Pagi

Sarapan Pagi


Ayo, ke Bandungan...

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com