Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

01 July 2019

Berkunjung ke Taiyuan, menilik salah satu jejak muslim di Tiongkok

Kadang-kadang Allah itu punya cara tersendiri untuk menumbuhkan semangat, termasuk semangat untuk menulis blog. Beberapa posting terakhir tidak banyak yang saya bisa ceritakan, paling pengalaman ketika terbang dengan maskapai yang belum pernah saya coba. Nah.. ceritanya sudah lama saya gak lihat salah satu vlogger Indonesia yang dulu sedang belajar di eropa dan sering mengunggah konten-konten tentang Muslim-life di eropa, mbak Gita Savitri mungkin kalau tahu. Eh, barusan di timeline social media muncul lagi beliau dengan konten yang kurang lebih sama namun menurut saya lebih segar.

Nah jadi ingat kalau saya beberapa waktu lalu sempat mengunjungi salah satu kota di China dan terletak di provinsi Shanxi, yaitu Taiyuan. Nah yang unik, di sana ternyata ada salah satu masjid yang legendaris dan masih kokoh berdiri walaupun zaman sudah berubah. Semoga ini bisa menjadi menambah khasanah wawasan kita.

Setiap masjid di China ada tulisan "開天古教", kalau diartikan mungkin Ajaran Agama Tuhan 


Taiyuan
Saya sejatinya berkunjung ke Taiyuan karena alasan akademik untuk mengikuti International Conference. Ekspektasi saya di kota ini gak tinggi-tinggi amat, udah dapat hotel, bisa naik angkutan umum dan survive selama conference saja sudah bersyukur, lah wong bahasanya aja susah.. Kalau mau melihat Taiyuan seperti apa bisa nanti mampir di posting saya yang lain. Tapi untuk yang ini, bonus dari Allah memang tak bisa ditebak, sebelum sampai hotel saya justru disapa oleh beberapa mahasiswa di kampus tempat saya akan presentasi dengan salam terbaik "Assalamualaikum" yang berujung pada saya bertanya alamat hotelnya dimana.


taman di tengah kota Taiyuan

seberang taman kota ada jalan Jiefang, jalan menuju masjid Taiyuan
Pun begitu juga ketika mencari makan, tak sengaja bertemu denan mahasiswa dari Yaman dan Afghanistan yang sedang belajar, mereka menunjukkan tempat makan dan sedihnya saya gak boleh bayar. Pun begitu pula ketika saya bertanya tentang tempat sholat, dan mereka menyebutkan Taiyuan Masjid yang berada dekat dengan taman kota. Dari sini terbesit, wah kalau coba mengunjungi masjid ini di salah satu waktu sholat kayanya oke juga. 


Taiyuan Mosque
Secara resmi namanya adalah Taiyuan Ancient Mosque dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa mandarin 太原清真古寺 (dibaca Tàiyuán qīngzhēn gǔsì), 清真古寺 itu kalau diartikan masjid tua sedangkan 太原 itu Taiyuan nama kotanya. Masjid ini terletak di Jalan Jiefang No. 20, Taiyuan.


pintu masuk masjid Taiyuan

kantor administrasi masjid

Masjid ini dibangun pada masa Zhenyuan (785-804), lalu pada dinasti Tang (618-907) dan dibangun diperbesar tiap dinasti dan sampai dengan saat ini. Masjid Taiyuan saat ini termasuk masjid yang terpelihara dengan baik di China bagian selatan.


kanan masjid lama, kiri ke taman (pintu masuk lama), bangunan bertingkat itu tempat kegiatan dan wudhu

peta masjid jaman dulu

sejarah masjid
Selama di sini (di sekitar masjid) sambil menunggu waktu sholat saya menyempatkan berkeliling bangunan masjid termasuk melihat-lihat sejarah yang terpampang didalam sebuah ruangan, menurut saya itu seperti museum, dan menemukan banyak yang unik. Seperti tempat makanan halal, toko roti halal dan melihat beberapa ornamen masjid dan rumah-rumah sekitar yang terdapat perpaduan antara Islam dan China.


beberapa ornamen di jalan

tulisan arab dan tulisan mandarin 

tilisan arab dan mandarin

pintu masuk (yang lama) ke area masjid, saat ini terkunci

Saya sendiri gak paham, dulu masjid ini depannya mana belakangnya mana tapi ketika masuk dari pintu yang saat ini disediakan kita langsung disuguhkan bangunan yang terkesan baru, untuk masuk ke bagian masjid yang bersejarah ada pintu di sebelah kiri setelah pintu masuk dan masjidnya ada di sebelah kiri pintu. Kalau ke tempat sholatnya yang reguler ada di sekitar gedung yang baru itu.

taman di tengah area masjid

ini tamannya, tampak dari atas

Di bagian masjid yang tua ini saya menyempatkan berjalan-jalan dan memotret di sekitaran masjid, ternyata ada semacam taman yang sedang dipugar atau direnovasi, dan ornamennya perpaduan antara ornamen Islam dan China. Selain itu kita bisa masuk ke dalam area masjid kuno-nya dan kalau mau sholat juga bisa sih, dan inilah asal muasal masjid Taiyuan ini.

ornamen dan kaligrafi


tempat imam sholat

mimbar

Di dalam ruangan masjid terdapat mimbar, juga tempat imam sholat, saya merasakan hawa sejuk di dalam ruangan ini dan membayangkan ini bangunan sudah tua dan auranya sangat terasa. Warna dinding dominan merah.

bagian depan (imam dan shaf pertama)


masjid, bisa menampung sekitar 500 jamaah (menurut literatur)

Ketika jam sholat sudah dekat, muslim-muslim di Taiyuan mulai berdatangan, dan karena mereka rata-rata sudah sepuh, bercengkrama sebelum adzan menjadi hal yang lumrah, saya sendiri cuma duduk sambil makan roti yang tadi saya beli di sekitar masjid.

muslimin berdatangan

Sholat 5 waktu sudah ada waktunya di Masjid Taiyuan, dan waktu itu sholat Zuhur dilakukan di sebuah ruangan (bangunan baru) yang dekat dengan kantor, tempat wudhu. Ruangan tersebut ada dua pintu, satu pintu lagi bisa diakses dari bagian taman tegah komplek Masjid. Untuk wudhu kita bisa naik ke gedung baru dan mencari tempat wudhu, tempat wudhu laki-laki ditandai dengan tulisan 男水, kalau untuk wanita 女水. Nah untuk wanita sholatnya tidak di ruangan ini, tapi di masjid lama (hasil pengamatan sih).


ruang sholat, laki-laki, hari-hari biasa

tempat wudhu

suasana sholat zuhur


Halal Food in Taiyuan
Halal food (清真食品:qīngzhēn shípǐn) ternyata tidak sedikit, terutama di sekitar masjid. Saya kaget ketika mengetik keyword "清真食品" di aplikasi baidu map, karena keluar semua titik makanan halal di peta. Yang saya coba adalah salah satu kedai di Jalan ..., lalu di dekat kampus Taiyuan University of Technology bersama rekan-rekan dari Indonesia.

toko roti di jalan Jiefang, sebelah masjid

restoran di jalan Jiefang, sebelah masjid

beberapa toko di 旧城街 (jiùchéng jiē) / jalan Jiucheng

saya makan disini di jalan Jiucheng, kedainya kecil, tapi buka dan ada yang makan juga

tampak dari dalam

pesanan saya, kiri tumis jamur dan daging sapi, kanan nasi putih

roti dari kedai sebelah masjid


Jadi ada beberapa jenis makanan yang terkenal disini, baik nasi dengan sayur seperti yang saya beli di dekat masjid, atau jenis mie (拉面/拉麵: lāmiàn) yang memang menjadi favorit makanan orang sana. Hal yang lucu adalah ketika saya memesan dalam bahasa mandarin dan mereka kaget, mungkin mikir iki ono wong ireng kok ngomong wo yao yi ge mifan jia yi ge mogu chao niurou, haha...

---

Ini adalah pemandangan yang menurut saya terbaik, di sudut masjid, sinar mentari masuk ke dalam ruangan melalui jendela yang terbuka, menerangi langsung sebuah meja dan kursi baca yang diatasnya sudah terdapat Al-Quran, menunjukkan spirit mereka untuk terus mencari dan menggali ilmu, menampar saya juga agar selalu membaca Quran, dan mengamalkannya.



Masih dalam semangat bulan Syawal, semoga muslim di Taiyuan tetap dapat beribadah dan menikmati momen-momen lebaran. Terima kasih sudah membantu kami selama di Taiyuan.


0 comments:

Post a Comment

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com