Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

15 August 2015

Lari pagi di Singapura

Hobi Lari? Hobi Berolah raga sambil traveling?

Salah satu aktivitas yang saya rekomendasikan saat di luar negeri adalah berolah raga, didukung jam waktu yang biasanya lebih cepat dari Indonesia dan suhu tidak begitu panas terutama di pagi hari, kegiatan berolah raga cocok untuk mengisi aktivitas. Lari disaat liburan juga mengasyikkan karena kita dapat menikmati suasana tempat liburan dalam dimensi yang berbeda.

Berikut beberapa kegiatan yang saya share saat berlari pagi hari di Singapura

Persiapan
  • Bawa gear sepatu lari, baju untuk lari dan mungkin HRM. Untuk gear saya menggunakan sepatu Merrel
  • Bawa Smartphone yang sudah diinstal dengan aplikasi lari, aplikasi saya Map My Run
  • Smartphone terhubung dengan GPS atau jaringan data, untuk saya menggunakan sim card Singtel
Tentukan jalur yang akan dilewati melalui peta digital
Saya berlari di Singapura dua kali selama saya mengunjungi Singapura, dengan dua jalur yang berbeda. Kedua jalur tersebut memiliki trek yang berbeda dan cukup mengasyikkan.

Jalur pertama saya dimulai dari Little India, tempat kami menginap menuju ke arah Singapore Art Museum, Fort Canning, melewati Civil Defense Heritage Gallery, Esplanade Park dekat Merlion dengan pemandangan sunrise dari balik Marina Bay, menuju ke Bugis St., Queen St. Terminal, Mustafa Center, melewati Masjid Angullia di kawasan Little India dan kembali ke hotel.

rute lari 1

Little India

Singapore Art Museum

Pemandangan dari Fort Canning

Civil Defense Heritage Gallery



Sunrise dari belakang Marina Bay Sands

Masjid

Mustafa Center
Jalur di hari kedua berbeda dari jalur pertama, saya melewati Stasiun MRT Little India, ke barat menuju ke Orchard Rd. dan kembali ke Little India melalui Serrangon Road.

rute lari kedua


Stasiun MRT Little India


Nanyang Academy of Fine Arts

Menyebrang Jalan di sekitar Sim Lim Tower

Menarik bukan? Yang ingin mengunduh filenya bisa diambil disini dan disini... Ayo Lari…



12 August 2015

07 August 2015

Naik MRT atau Bus di Singapura

Jalan-jalan di Singapura dimulai dengan naik transportasi umum.. Menurut saya sangat menyenangkan dan dengan kualitas transportasi umum di Singapura sangat baik itu sangat memanusiakan penggunanya. Sebelum mulai menggunakan transportasi ini, berikut tipsnya :

Tentukan waktu liburan selama di Singapura
Ya, karena ini menentukan tipe transportasi massa apa yang akan kamu pilih. Singapura merupakan salah satu negara dengan moda transportasi yang terintegrasi dan sangat memudahkan orang untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain. Moda transportasinya seperti MRT dan Bus. Buat kami yang jelas murah adalah menggunakan Bus daripada menggunakan MRT, walaupun di beberapa tujuan traveling MRT lebih cepat.

Gunakan Singapore Tourist Pass
Singapore Tourist Pass (STP) merupakan kartu cashless pengganti pembayaran bagi turis / wisatawan yang ingin menggunakan transportasi MRT atau Bus selama beberapa hari (1 hari, 2 hari, 3 hari). Cara mendapatkannya dapat disimak disini.

Apply Child Pass untuk anak usia dibawah 7 tahun
Apabila anda berpergian dengan anak, dan usianya dibawah 7 tahun maka manfaatkan ini. Di Singapura anak dibawah 7 tahun bisa naik MRT dan Bus gratis, syaratnya dengan menggunakan Child Pass Card yang bisa didapat di tikceting office MRT, bisa disimak disini.



Naik MRT dengan ticket standard
Bila anda tidak menggunakan Singapore Tourist Pass, anda dapat menggunakan tiket standar MRT. Tentunya ke Stasiun MRT dahulu yang dapat dilihat website Transitlink MRT . Selanjutnya, caranya sebagai berikut:
1. Antre di depan Mesin Tiket MRT (General Ticketing Machine)


2. Plih Buy Standard Ticket, Pilih Stasiun yang akan dituju

3. Bayar dengan memasukkan uang di tempatnya
4. Ambil tiket standardnya

5. Tapping di pintu masuk peron MRT dan pintu keluar peron MRT tujuan. Kalau mau naik MRT lagi tiket standard ini tinggal di top up / di mesin tiket MRT (kiosk).

Naik Bus dengan bayar cash
Alternatif ketika tidak mempunyai kartu Ez Link atau NETS card ataupun STP, kita masih tetap bisa naik bus, caranya adalah dengan bayar cash.
1. Cari informasi bus stop tempat naik dan bus stop tempat turun, ada di poster tiap bus stop atau bisa di google maps bila akan menyusun budget perjalanan. 
2. Cari informasi bus yang melayani bus stop tersebut, bisa di cek di TransitLink eGuide.
3. Cari informasi biaya ke bus stop tujuan, ada di mytransport.sg atau journey.smrt.com.sg dan TransitLink eGuide.

Fare Calculator di web TransitLink eGuide

menu Fare Calculator di web mytransport.sg (contoh dari Geylang ke Merlion)


Sebenernya cara yang lebih gampang adalah download Mobile App di Android & IOS seperti MyTransportSG dan TransitLink daripada membaca ribet-ribet diatas, hehe..



4. Kalau sudah tahu biayanya, langsung naik bus dari pintu depan dan bayar kepada supirnya dengan uang pas atau kelipatan terbesar terdekat. Karena tidak ada kembalian. Setelah itu akan diberikan struk tiket tanda naik bus.


Naik Bus

Bingung dengan penjelasan di atas? Hahaha... cara termudah sebenarnya dengan menggunakan kartu prabayar, Ez-Link atau NETS, kalau di Indonesia semacam E-Money / Flazz, kalau di Malaysia semacam Touch N' Go, caranya :
  
Loket Ticketing Office di Stasiun MRT Changi
  1. Beli kartu Ez-Link atau NETS Flash Pay di Ticketing Office SMRT (misal di stasiun MRT) namun ada deposit SGD 5 per kartu yang tidak bisa dikembalikan dan kartu ini bisa dipakai sampai 5 tahun kedepan setelah aktivasi.
  2. Top up kartunya, sekarang sudah bisa di General Ticketing Machine.
  3. Tapping di bus / MRT saat akan naik dari pintu depan dan saat turun dari pintu belakang (sebaiknya jangan terbalik), tapi kalau crowded bisa kok naik dan turun dari depan.
  4. Cek tarif MRT Singapura di web TransitLink
kartu NETS Flash Pay untuk menggunakan transportasi di Singapura

Beberapa aplikasi smartphone yang direkomendasikan ada MyTransport dan Google yang dapat membantu menentukan kita naik bus apa.

Aplikasi smartphone Google Maps dan MyTransportSG untuk transportasi di Singapura


Selamat Berlibur...


***

Disclaimer : Biaya STP, MRT / Bus bisa berubah sewaktu, kunjungi website resminya untuk tarif terbaru.

19 July 2015

Traveling di Singapura ke SEA Aquarium, Trick Eye Museum, Sentosa

Di pagi hari ayah tetap pada kesibukannya sendiri, yaitu lari pagi di Singapura sekalian melihat kondisi untuk itenary hari ini, rute ayah berlari dari Little India, ke arah stasiun Little India, Orchard Road, dan kembali ke Little India.

Sarapan kali ini ayah membeli nasi yang dijual di Tekka food market, nasi sayur dan telur, S$ 5 untuk 2 bungkus. Ternyata ayah yang juga hobi ngopi juga mencoba kopi-o di salah satu kedai di sana.

Untuk makan siangnya ayah ke restoran Garuda, ya restoran padang Garuda yang sering dijumpai di beberapa kota di Indonesia, ini merupakan cabang restoran tersebut di Singapura.


Setelah bekal dirasa cukup, kami memulai itenary hari ketiga berwisata ini ke Resort World Sentosa, untuk ke SEA Aquarium, Trick Eye Museum dan pertunjukan Wings of Time. Sebelum ke Sentosa kami telah memesan terlebih dahulu tiket via online di https://store.sentosa.com.sg/, sehingga disana kami tidak terlalu repot dan biayanya bisa ditekan. 

Kami mulai perjalanan Naik MRT dengan pas STP dan Child Pass sebagai tiket MRT dari Stasiun MRT Little India menuju ke Stasiun MRT HarbourFront (Jalur Ungu), stasiun MRT HarbourFront adalah gerbang menuju ke Resort World Sentosa. Setelah turun di HarbourFront, kami memilih masuk Resort World Sentosa dengan bus agar lebih murah dan tetap nyaman saat membawa anak. Cara ini dipilih karena sewaktu saya ke Singapura saat Gunung Kelud meletus, masuk ke Sentosa dengan Monorail dari VivoCity (sebelah Harbourfront MRT) yang ternyata sedikit lebih mahal daripada naik bus.

Stasiun MRT Little India, menuju stasiun MRT

Bus RWS 8 dari Vivo City ke Sentosa
Untuk mengakses tempat pemberhentian bus RWS8 yang akan mengantar ke Resort World Sentosa kita menuju pintu keluar C di stasiun tersebut dan membayar S$ 2 per orang baik itu dewasa maupun anak-anak. Tiket ini sudah termasuk biaya masuk ke Sentosa, selain dengan bus, bisa juga dengan Monorail atau berjalan kaki.

Kami turun di terminal bagian bawah (underground) dekat dengan tempat makan, lokasinya tidak jauh dari Universal Studio. Sesampainya di sentosa kami istirahat sejenak dan ayah menukarkan struk pembelian online di loket penukaran khusus yang berada di dekat stasiun.


Suasana di Lantai Bawah Sentosa

Pusat Tiket & Informasi Sentosa, di dekat stasiun mau ke Universal Studio

Setelah tiket didapat, kami langsung menuju S.E.A Aquarium, sebenarnya masih banyak tempat yang hendak dikunjungi, namun kali ini kami ingin mengajak anak kami tentang kehidupan bawah laut. S.E.A Aquarium termasuk salah satu aquarium terbesar di dunia, sehingga cukup menarik bila anak saya dikenalkan sejak dini tentang pentingnya menjaga spesies laut.



 
 
Hiu di SEA Aquarium

Tips, jika anda senang dengan fotografi dan ternyata setelah berfoto di dalam lokasi ini hasil jepretannya menjadi lebih kebiruan, jangan panik, anda dapat melakukan penyetelan White Balance pada kamera anda. Aturlah menjadi custom white balance. Warnanya akan menjadi lebih menarik.

kiri : Sebelum diset custom white balance, kanan : setelah set custom white balance

Tempat favorit di S.E.A Aquarium ini adalah kolam raksasa yang dapat dilihat seperti bioskop dan kolam lumba-lumba, karena pada saat itu sedang ada atraksi lumba-lumba.

Kolam Raksasa

Atraksi Lumba-lumba

Setelah dirasa cukup, kami keluar dan beristirahat sejenak di boulevard, kami mencari makanan halal di foodcourt Sentosa, kami membeli nasi lemak, makanan khas Malaysia dan halal yang dapat dilihat dari sticker atau piagam yang terpasang di kounter makanan, harganya juga bersahabat.


Kemudian kami melanjutkan ke Trick Eye Museum, untuk berfoto dengan frame-frame yang unik. Tapi sayang saat kami mengunjungi, beberapa bagian gambar di mueseum ini ada yang rusak, sehingga bila memang ingin mencoba museum sejenis, yang tentunya lebih bersahabat bagi kantong, kami sarankan untuk mencoba museum sejenis yang sudah ada di Indonesia seperti De Mata, di XT Square Yogyakarta. 


Karena sudah cukup sore, kami menuju ke atraksi terakhir, Wings Of Time, sudah berubah namanya dari Song Of The Sea saat saya nonton pertama kali. Wings Of Time Sebuah atraksi open air perpaduan antara cerita, tarian air mancur, kembang api, laser dan cahaya disajikan di sekitar Pantai Siloso, kami menuju kesana dengan LRT, gratis,  jadi walaupun masuknya pakai Bus, di dalam bisa menikmati LRT / Monorail juga. Sesampainya di stasiun kami beristirahat sebentar dan sholat, di bagian bawah dari stasiun karena ada prayer room, yang memang digunakan untuk beribadah. 


Karena show masih cukup lama, saya mengajak anak saya untuk bermain di pantai siloso, hanya sebagai penawar waktu bengong. Bagi wisatawan Indonesia, saya sangat rekomendasikan Pantai di Indonesia, jaauhh lebih bagus. 


Tiba waktu show di Wing of Time kami mengambil duduk di bagian tengah dan agak atas, dan menikmati pertunjukan.

Suasana sebelum atraksi Wing of Time dimulai

Setelah selesai, kami kembali ke hotel di Little India dengan menggunakan MRT Resort Worl Sentosa ke Vivo City, turun ke stasium MRT HarbourFront, dan mengambil MRT jurusan Little India (Jalur Ungu).



Selamat Berlibur...

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com