Bagi sebagian besar penikmat olah raga menyelam, tentunya yang diidam-idamkan ketika sudah mulai turun ke laut adalah melihat biota laut.. Begitu juga saya..
Tapi kali ini lain, di bulan September 2017 saya dan rekan-rekan penyelam lainnya di kantor diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi menyelam dan melakukan transplantasi terumbu karang di Pulau Bira Besar, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan akses ke Pulau Pelangi yang ada dive center. Kenapa transplantasi? karena memang kondisi beberapa kawasan laut kita memang sudah menurun. Sedih juga mendengar penjelasan ini dari salah satu penggiat konservasi dari Taman Nasional Kepulauan Seribu ini.
 |
dermaga P. Bira Besar |
Perjalanan ke Pulau Bira Besar atau Pulau Pelangi (yang terdekat dengan P. Bira Besar) harus menggunakan kapal / boat khusus dari dermaga Marina Ancol. Kali ini kami harus menghadapi ombak yang cukup lumayan membuat beberapa orang jackpot.. 2 jam dan dua kali... pergi dan pulang..
 |
dermaga P. Pelangi |
Sebelum menyelam, Dive Master dari tim Pulau Pelangi melakukan briefing singkat, setelah itu kami akhirnya nyemplung ke laut sekitar kedalaman 6 meter, tiap penyelam bertanggung jawab atas peralatan dan buddy masing-masing.. good dive comes from good plan, agree?..
Walaupun pernah mengikuti acara serupa, dengan metode Biorock. Kali sedikit berbeda, dan kami-kami hanya mengikuti arahan dari pihak Taman Nasional Kepulauan Seribu.
 |
melakukan transplantasi di rak |
 |
hasil transplantasi |
 |
hasil transplantasi |
Dan itulah beberapa hasil transplantasi terumbu karang di Pulau Bira Besar Kep. Seribu. A tribute to mas Hari, mas Iko, mas Hendra, mas Aryo, pak Sodikin dan mbak Getha yang sudah berpartisipasi di kegiatan ini..
***
Di akhir penyelaman, terbesit sebuah pesan dan harapan... Grow Stronger hey Coral!! So we can meet again...
Related Posts:
Traveling dengan anak perempuan, antara toilet pria dan toilet wanita
GAMPANG... Bayangan saya ketika pertama kali
memesan tiket pesawat yang sedang promo nol rupiah dengan Jetstar tanpa
mengikutkan istri saya pada waktu itu untuk jalan jalan ke Singapura. Hanya
dengan putri saya.. Hampir 6 bu… Read More
Menunggu Waktu Berbuka Puasa di Taman Pintar"Pernah tinggal di Jogja tapi gak pernah ke Taman Pintar.." Istri saya berujar ketika perjalanan ke Jogja.
Mungkin istri saya punya perasaan bersalah kepada anak saya karena semasa tinggal di Jogja belum pernah ngajaknya k… Read More
Bye My Travelmate, HTC : Pesona Tebing Pantai Gesing Istri saya bilang, "life cyclenya udah abis, relakan saja.."
Tapi tetap saja saya berusaha untuk menghidupkannya kembali, tangan saya sudah terlanjur lengket dengan ponsel pintar satu ini. Disokong update resmi dari HTC yan… Read More
Berlari Half Marathon di Mandiri Jogja Marathon 2017
Sudah lama kami tidak ke kawasan Candi Prambanan, seingat saya terakhir adalah saat mau menonton sendra tari Ramayana yang versi open air, itu sudah lama sekali.. ketika ada ajakan teman saya yang hobi berlari, yo.. mulih ka… Read More
TravelGift : Nostalgia ke Bali
Pada akhirnya akan datang masa dimana memberikan kesempatan orang lain untuk traveling baik sendiri atau bersama-sama itu perlu, bahkan harus.. dalam skala kecil mungkin jalan-jalan ke taman bisa dengan bersepeda bersama, mo… Read More
Serba Serbi Makanan Maskapai Budget
Bagi yang mungkin sering terbang atau naik pesawat dengan maskapai full services tentunya tidak asing dengan layanan inflight meal, atau makanan selama terbang, kalau di Indonesia seperti maskapai Garuda Indonesia, Batik Air… Read More
0 comments:
Post a Comment