Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

11 July 2015

Naik Bus dari Singapore ke Johor Bahru

Akhirnya.. tulisan ini bisa selesai juga, terlambat beberapa bulan karena kesibukan yang menyita..

Kali ini saya ingin berbagi tips liburan, yang kebetulan berada di Malaysia. Yup.. Johor.. atau yang dikenal dengan Johor Bahru.

Johor Bahru ternyata menyimpan spot liburan yang cukup mengasyikan, terutama bila membawa keluarga, anak kecil ya... Agenda pada liburan kali ini adalah ke Johor Bahru. Anak lagi senang banget sama yang namanya Angry Bird, mulai dari nama karakter Red, Chuck sampe Hal, yang ijoo..

Karena kami stay liburannya di Singapura, untuk ke Johor Bahru harus melewati perbatasan antara Singapura dan Malaysia. Alternatif untuk ke Johor Bahru dari Singapura ada beberapa metode, pertama dari Changi Airport langsung menggunakan bus ke Johor yang disediakan gratis oleh beberapa maskapai, penampakan loketnya bisa dilihat disini. Namun pilihan ini tidak kami lakukan karena daripada bawa barang berat mendingan barangnya disimpan di penginapan. Sedangkan kalau dari pusat kota Singapura salah satu yang paling murah adalah menggunakan bus dari Singapura ke Johor Bahru. Berikut beberapa langkah untuk ke Johor Bahru.

1. Ke Queen Street Terminal
Di pusat kota, pemberangkatan bus tujuan Johor ada di Queen Street Terminal, lokasinya dekat dengan MRT Bugis (green line & blue line). Dekatnya itu.. Ya... Kalau jalan kaki kira-kira 5 menit, cuma nyebrang jalan 2 kali. Kalau dari kawasan Little India, jalan kaki ke arah belakang Sim Lim Tower, terminal terletak di belakang lapangan parkir. Sedangkan, kalau dari daerah Bugis ini foto terminalnya..cukup minimalis..
Queen Street Terminal


Tapi sebelum ke Queen Street Terminal, jangan lupa cek lagi dokumen perjalanan seperti paspor & makanan untuk si kecil.

2. Siapkan Uang SGD dalam jumlah kecil
Setelah sampai siapkan SGD dalam jumlah kecil, bisa juga lihat-lihat dulu informasi yang ada di papan. Papan informasi memuat biaya per orang. Bulan Januari 2015 ongkosnya SGD 3.30 untuk dewasa dapat dibayar cash dan kalau punya kartu EZ-Link atau NETS Flash Pay bisa juga digunakan, tinggal tapping saja dengan biaya yang sama. Sedangkan untuk anak-anak biayanya SGD 1.5.

biaya naik bus CW2 ke Johor (gambar 2017)
Eh ternyata akhir tahun 2017, udah ganti lagi cara bayarnya jadi sistem cashless. Jadi kalau gak punya Ez-link atau NETS, atau bahkan Manjalink card harus beli token card dulu baru bisa antri.

cashless CW2


3. Pilih Bus yang akan digunakan
Bus yang melayani jalur Singapore - Johor Bahru dari Queen St. Terminal ada 3, yaitu
  • SBS No. 170 milik Singapura, 
  • Causeway Link no CW2 dari perusahaan Handal Indah, Malaysia dan 
  • Johor Bahru Express dari Malaysia. (SJE)

jalur antrian, kiri SJE, kanan CW

Untuk urusan kenyamanan bus, busnya bersih-bersih so tinggal pilih aja bus yang mau digunakan. Beberapa catatannya ya..
  • Causeway Link banyak jam pemberangkatannya sekitar 15-30 menit sekali dan cukup cepat perjalanannya, karena hanya berhenti di Woodlands dan JB CIQ sebelum akhirnya ke Larkin Terminal, namun antri bus ini saat di imigrasi (Woodlands) untuk menuju JB CIQ cukup memakan waktu.
  • SBS 170, berhenti di beberapa tempat pemberhentian sepanjang jalur ke Johor, tapi kalau kata teman saya yang tinggal di Singapura, bus ini cukup cepat juga dan lebih sedikit antriannya dibanding bus Causeway Link di Woodlands. 
  • Johor Bahru Express jadwalnya tidak sebanyak keduanya.

Kali ini kami memilih menggunakan causeway link, beli tiketnya di counter yang jaga mbah-mbah. Disini kalo kamu ga bawa uang kecil, petugas tiketnya siap ngasih kembalian.

Causeway Link Bus

SBS 170 Bus

Singapore Johor Express bus di Queen Street Terminal

4. Nikmatin Perjalanannya
Jarak ke Johor tidak terlalu jauh dan karena bus yang kami pilih adalah CW2 yang merupakan Bus Ekspress, perjalanan terasa cukup cepat, ditunjang dengan AC yang dingin. Yup.. sepertinya AC merupakan fasilitas standar public transport di Singapura. Perjalanan ini ditempuh sekitar 1 jam, pada waktu itu weekdays (bukan weekend) sudah termasuk macet di tol Singapura karena padat.

Selama perjalanan dari Singapura ke Johor, kita akan melihat beberapa pemandangan
stasiun satelit yang dilewati saat perjalanan

5. Turun di Woodlands Checkpoint dan cek Imigrasi
Woodlands Checkpoint itu adalah titik imigrasi keluar masuk Singapura via 1st link (jalur 1) yang berada di daerah Woodlands, jangan tertukar dengan Woodlands MRT yaaa... Disini kita diminta untuk turun dan melaporkan keberangkatan ke Johor, sama seperti imigrasi biasa. Jangan lupa persiapkan paspor anda dan embarkation card.

Catatan, tiket bus jangan hilang. 

6. Jangan panik kalau ditinggal bus dari Woodlands Checkpoint
Setelah proses imigrasi selesai, jalan ke bawah tepat antri naik bus... Waduh bus yang tadi dinaikin kok jalan duluan nah kita gimana?...

Jangan panik.. Ya usut punya usut ternyata bus CW2 ke Johor itu kalau sudah di Woodlands Checkpoint dinaikin semua penumpangnya Causeway Link dari titik pemberangkatan yang lain jadinya ya bisa jadi ditinggal.

Kalau ketemu kondisi seperti ini pokoknya tetep antri di jalur penumpang Causeway Link, nanti akan diangkut oleh bus berikutnya.
suasana bus

Kalau masih bingung ya tanya aja sama petugasnya Causeway Link. Anda akan ditunjukkan bus yang mengarah ke JB CIQ (Imigrasi di Johor Bahru)

7. Turun di JB CIQ & Masuk Malaysia
Setelah sampai di JB CIQ, kita turun lagi dari bus dan naik tangga masuk ke bagian imigrasi. Kalau sudah selesai proses imigrasi keluar aja langsung, dan pilih tujuan berikutnya. Kalau mau ke Larkin Terminal, jangan mengambil ke arah JB Sentral Station tetapi setelah paspor distempel langsung turun ke tempat bus parkir di bagian bawah imigrasi JB CIQ, nanti naik bus CWL yang ke Larkin Terminal.

Karena kami berencana ke JB Sentral & Angry Bird Park di JBCC kami keluar langsung (tidak naik bus). JB Sentral dan JB CIQ bersebelahan, JB Sentral sebenarnya stasiun kereta api terintegrasi, ada stasiun kereta, ada terminal bus, ada tempat ngetem taksi.. Kalau mau ke kota lain di Malaysia seperti Kuala Lumpur, bisa naik kereta api dari stasiun ini.

JB Sentral

Sampai di JB Sentral, kalau belum bawa Ringgit Malaysia bisa langsung tukar aja uang yang dibawa, banyak money changer di JB Sentral. Kalau lapar, juga banyak kios yang menyuguhkan makanan.

8. Mau ke Hello Kitty Land / Little Big Club & Legoland
Kalau mau ke Hello Kitty Land / Little Big Club yang terletak di Puteri Harbour dan Legoland di daerah Gelang Patah, ga usah kembali ke bus yang dinaikin dari JB CIQ, langsung keluar ke arah Terminal Bus JB Sentral. Tempat naik - turun penumpang bus berada di bawah ( lantai dasar) dari JB Sentral. 

Untuk ke terminal bus JB Sentral cukup turun tangga dari lantai atas / jembatan penyebrangan. Untuk mempermudah membayangkan, jembatan antara JB Sentral dengan JB CIQ ini seperti kalau mau pindah antar pemberhentian naik Transjakarta busway..

papan informasi

tangga turun ke terminal bus

Bus ke Legoland / Hello Kitty Land / Little Big Club dari JB Central dioperasikan oleh Causeway Link dan letaknya paling ujung, jadi jalan aja sampe ujung. Kode busnya LM 1 yang berujung di terminal Gelang Patah, sebuah daerah dekat legoland. Bayar tiketnya di atas bus sama supirnya dan berilah uang pas karena gak ada uang kembalian.

LM 1 ke Legoland, Puteri Harbour Theme Park dan Hello Kitty Land


Kalau ke Hello Kitty Land turun di Puteri Harbour Theme Park, sedangkan ke Legoland turun di Mall of Medini (kalau gak salah per September 2016). Kalau sudah di Hello Kitty Land mau ke Legoland ada free shutlle bus ke Mall of Medini, pun begitu sebaliknya.

pintu masuk Mall of Medini di sebelah Legoland

Oya jam pemberangkatan ke sana tidak setiap jam di hari biasa namun untuk hari libur jadwal setiap jam, coba cek di jadwal ini...


Kalau bingung rutenya seperti apa, coba lihat ini.
Rute, Jadwal Bus LM1, JPO2 & SL 1 ke Hello Kitty & Legoland


9. Mau ke Angry Bird Park
Angry Bird Park ada di Komtar JBCC, itu nama Mall di Johor, letaknya persis di sebelah JB Sentral, jadi langsung jalan terus keluar dari JB CIQ ke JB Sentral dan menuju jembatan penyeberangan ke JBCC Komtar. Letaknya disebelah kanan.

menuju Angry Bird Activity Park di JBCC Komtar


Bagi muslim yang akan melakukan sholat, di Johor cukup banyak tempat yang dapat digunakan untuk sholat, seperti di area hall JB CIQ.


Alternatif lain ke Johor :
  • Naik Bus dari exit Kranji MRT kode bus CW1
  • Naik Bus Resort World Sentosa
  • Naik Bus / Coach dari Singapore Flyer / Lavender MRT
  • Naik Bus dari Jurong East Temp. Interchange, kode bus CW 4 atau CW 3 lewat 2nd link immigration (lebih dekat ke Legoland), untuk ke Legoland harus pindah ke bus CW7L saat masuk Malaysia, sedangkan ke Hello Kitty Land harus naik lagi LM1 dari Legoland ke Hello Kitty Land / Puteri Harbour.
Biaya untuk transport naik bus Causeway Link CW2 plus LM1 (ini tahun 2015, akhir 2017 juga masih sama) :
Queen St.-JB CIQ/JB Sentral : 2xSGD 3.3 + SGD 1.5 = SGD 8.1
JB Sentral - Hello Kitty Land : 2xMYR4 + MYR2 : MYR 10
JB Sentral - Legoland : dewasa MYR 4.5, anak-anak MYR 2.3




Kalau mau kembali ke Singapura dari Johor Bahru ikuti link perjalanan kembali dari Johor ke Singapura. Selama di Singapura bisa naik Bus atau MRT, caranya bisa dilihat disini.

Tips :
- Bawa barang bawaan seperlunya karena barang bawaan harus dibawa turun lewat imigrasi
- Simpan dan serahkan embarkation card kepada petugas imigrasi Singapura lihat di www.ica.gov.sg
- Bila membawa anak kecil, dampingi saat di imigrasi

Kalau mau tanya-tanya bisa isi kolom komentar atau tinggalkan alamat email..
So.. kapan liburan?

***

Disclaimer :
- Biaya tiket bisa berubah sewaktu-waktu, cek di web Causewaylink


16 April 2014

Berlibur dan Menyelam di Tulamben, Bali

Ini hari kedua kami di berlibur Bali bersama keluarga, dan karena saya dan istri memang terdaftar sebagai penyelam dan sudah menyelam sejak lama. Kami merasa belum lengkap bila ke Bali tanpa menyelam. Karena site Taman Nasional Bali Barat sudah pernah kami jajaki sebelumnya. Kali ini kami ingin mencoba ke Tulamben, khususnya ke site Liberty wreck.

Setelah dari Elephant Safari Park, siang hari menjelang kami langsung berangkat ke arah Tulamben, berada di dareah Karangasem. Kami tidak kembali ke arah Denpasar tapi mengambil arah utara ke arah Singaraja kemudian mengambil arah ke timur menuju Karangasem, karena kami ingin menikmati suasana di lereng Gunung Agung dan melihat Danau Batur.


Kami sampai di Puri Madha Bungalow Dive Resort pada malam hari dan langsung keluar untuk mencoba mencari makan. Sebelum memutuskan ke penginapan ini kami meminta testimoni dari teman-teman penyelam kami dan menelpon mereka sebelumnya. Salah satu yang menjadi primadona bagi penyelam yang akan ke Tulamben, lokasi dive entry untuk menyelam terletak di depan resort ini. Saat sampai, kami berharap ombak esok pagi cukup bersahabat.


Pada saat makan malam, kami tidak mencoba makan di daerah Tulamben walaupun sebenarnya banyak tempat makan di daerah Tulamben ini, namun karena kami mendapat testimoni banyak makanan halal di daerah Karangasem, akhirnya kami ke karangasem. Dan ternyata banyak cukup banyak muslim disini dan menjual makanannya. Kami membeli sate ayam dan nasi goreng untuk malam ini dan esok paginya sebagai cadangan.


Sebelum matahari menyingsing, kami telah siap untuk melihatnya dan proses sunrise di sini sangat indah, Indonesia Juara! Beberapa momen saat sunrise kami abadikan.


Wisatawan sedang melakukan yoga


Kami mendapat giliran menyelam pada siang hari sekitar pukul 9 pagi, saya dan istri turun pertama kali sedangkan anak saya bermain bersama paman mereka di kolam renang, hehe.. setelah itu giliran adik saya yang mencoba menyelam. 

Anak Saya berenang


Bagi adik-adik saya, ini merupakan pengalaman pertama mereka menyelam. Mereka sngat terkesima dengan pengalaman mereka. Untungnya disini ada kolam renang, saya bermain bersama anak saya di kolam renang ketika mereka mulai diving. Setelah menyelam, mereka berkata akan mencoba menyelam lagi, menyelam itu mengasyikan. Pemandu kami adalah orang lokal dan mereka sangat baik.

Entry dari Pantai

At Liberty Wreck


At Liberty Wreck

Tips :
  • Persiapkan fisik sebelum menyelam
  • Jika anda belum mahir dalam menyelam, beritahu instruktur untuk mengajari anda dan bisa latihan dulu
  • Kalau bawa anak, siapkan pelampung dan cari tempat penginapan yang ada kolam renangnya
  • Dive gear, pinjam / rental aja... save your money
  • Ikuti perintah instruktur.. you lead i follow..


Link Bermanfaat :
- Puri Madha Bungalow Dive Resort


Let's Dive..

20 February 2014

Recovery Traveling dari Yogyakarta ke Singapura saat Erupsi Gunung Kelud

14 Februari 2014, Jam empat pagi saya bangun untuk berangkat ke Bandara Internasional Adi Sutjipto, Yogyakarta. Pada trip ini saya dan rekan saya berencana ke Singapura, via Batam transit Jakarta karena ada teman-teman lain sudah menunggu di Batam. Namun, pagi itu memang spesial dengan adanya hujan abu vulkanik. Ini merupakan pengalaman ketiga kalinya merasakan hujan abu vulkanik. Hujan abu ini akibat dari meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur, memang beberapa hari terakhir Gunung Kelud sedang dalam status waspada. 

Teringat dengan erupsi gunung Eyjafjallajokull di Islandia pada tahun 2010 yang membawa dampak ditutupnya bandara di Eropa membuat saya berfikir bahwa penerbangan di Bandara Adi Sutjipto mungkin akan ditunda, namun dengan optimis saya tetap berangkat, proses check in dan menungu. Sempat saya konfirmasi ke petugas check in bahwa bandara memang ditutup sampai ada pemberitahuan selanjutnya. Tidak hanya saya sendiri yang tetap memutuskan untuk tetap berangkat ke Bandara, masih banyak yang lainnya.

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada rekan-rekan yang harus berjuang saat erupsi Gunung Kelud dan menjadi korban. Akhirnya saya share petualangan kami berusaha ke Singapura dari Yogyakarta saat erupsi Gunung Kelud terjadi.

Cari Alternatif Rute, Kereta Api
Setelah dua jam tidak ada tanda-tanda membaik, saya dan rekan saya langsung memutuskan untuk mencari alternatif yang lain. Kereta Api menjadi pilihan pertama, namun setelah cek online di penjualan tiket kereta api dari Jogjakarta jurusan Jakarta sudah habis terjual untuk tiket pagi itu, sehingga kami tidak dapat menggunakan tiket kereta api untuk ke Jakarta.

Cari Bandara yang Buka, Ke Semarang dengan Taksi Sewaan
Karena gagal berangkat dengan kereta api dari Yogyakarta, kami beralih ke opsi kedua dengan tetap menggunakan pesawat agar tidak repot saat transit di Jakarta untuk melanjutkan ke Batam, setelah dikonfirmasi Bandara Adi Sumarmo, Solo tutup dan Bandara Ahmad Yani, Semaran masih beroperasi. Berbekal informasi ini kami langsung menuju ke Semarang. Tidak pikir panjang kami langsung mencari kendaraan yang bisa disewa / charter ke Semarang dari Bandara Yogyakarta. Sepakat di harga 500 ribu kami berangkat ke Semarang. Memang harga yang fantastis namun mengingat itu hari itu menjadi hari yang spesial, kami sepakat.

Cuaca dari Yogyakarta sampai Magelang masih berdebu karena dampak hujan abu, dan mulai cerah ketika memasuki kota Ambarawa. Disini kami mulai mencari tiket online pesawat tercepat dari Semarang ke Jakarta, yap.. dapat.

Cancel Tiket
Setelah dapat tiket ke Jakarta dari Semarang kami cukup lega karena penerbangan dari Semarang ke Jakarta pada pagi itu tetap berjalan normal, sehingga kami cancel tiket kami via telepon ke maskapai. Dan karena memang penerbangan saya connecting flight semua penerbangan yang berhubungan dengan dampak erupsi gunung kelud. 

Pukul 11 siang kami sampai di Bandara Ahmad Yani, penerbangan kami pukul 12 siang, namun kembali kami harus gigit jari dengan ditutupnya bandara itu sesaat sebelum kami sampai di bandara.

Cari moda transportasi dari Semarang Ke Jakarta
Walaupun di Semarang seperti tidak berdampak banyak akibat letusan gunung Kelud, ternyata kami kesulitan menemukan moda transportasi ke Jakarta, tiket kereta habis untuk jurusan ke Jakarta baik di stasiun Semarang Tawang maupun Semarang Poncol.

Pindah Haluan ke Cirebon
Hampir putus asa, akhirnya kami menemukan salah satu alternatif ke Jakarta dengan menggunakan Bus ke Cirebon dari Semarang. PO Nusantara ternyata punya jadwal reguler Semarang – Cirebon. Kali ini kami ketambahan rekan dari Solo yang ternyata juga terkena dampak ditutupnya bandara. Kami yang kali ini berjumlah empat orang tak banyak berpikir lagi dan langsung naik bus ke Cirebon pada pukul 14.00. Kami memilih ke Cirebon karena Cirebon merupakan kota di Jawa Barat yang menjadi pertemuan jalur kereta di Bagian utara dan Selatan. Di sini kami akan mempunyai banyak pilihan moda transportasi ke Jakarta.

Booking Tiket Baru Jakarta – Batam untuk esok paginya.
Walaupun bisa pesan langsung ke Singapura untuk para travellers, kami memang harus melalui batam karena tiket ferry sudah dipesan sebelumnya, sehingga penerbangan Jakarta – Batam menjadi satu-satunya pilihan. Selama di bus yang memakan waktu sekitar 6 jam untuk sampai di Cirebon, kami terus memantau situs penjualan tiket pesawat online dan akhirnya kami dapatkan tiket Jakarta – Batam untuk esok hari.

Tidak hanya tiket Jakarta-Batam yang kami pesan, tiket kereta api Cirebon-Jakarta via online, untuk jadwal malam itu kami mendapat kereta Purwojaya ke Gambir.

Rekan saya beristirahat di kursi Stasiun Cirebon, dengan tas yang masih terpasang tag bagasi ke Jakarta


Kereta Api Cirebon – Gambir, Jakarta
Sesampainya di Cirebon, kami sudah cukup tenang sehingga saat turun di terminal Harjamukti Cirebon, langsung naik ojek ke Stasiun. Sesampainya di stasiun kami beristirahat menunggu kereta tiba. Perubahan pelayanan kereta api ternyata memang benar, jadwal kereta datang di stasiun tidak seperti dulu yang sering telat. Saat ini sudah lebih baik. Sesampainya di gambir pada dini hari kami langsung menuju bus Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta yang berada di parkiran Stasiun Gambir. Kami sampai di Bandara Soekarno Hatta pukul 4.30 pagi. Sujud Syukur...

Penerbangan Soekarno Hatta, Jakarta – Hang Nadim, Batam
Kami turun di terminal 1C karena kami naik Citilink ke Batam, selama perjalanan dengan Citilink ini kami gunakan untuk istirahat dan sesampainya di Batam kami lega karena sudah bisa pindah pulau. Next island is Singapore, dude..

Batam-Singapore, dengan Ferry
Rombongan travel kami memang start dari Batam untuk menuju Singapura, sehingga setelah dari Bandara kami langsung menuju ke Batam Centre, pelabuhan untuk menuju Singapura dengan ferry. Setelah sampai di Batam Centre, berkumpul, mempersiapkan paspor dan membeli tiket ferry ke Singapura. Kami sempat sarapan dahulu di restoran di Batam Centre sambil menikmati pemandangan laut di sekitar Batam

Tak lama setelah itu jadwal ferry kami sudah masuk waktu boarding, sehingga kami langsung ke gate imigrasi dan masuk ke ferry. Perjalanan ferry tidak membutuhkan waktu lama sekitar 1 jam menuju pelabuhan Harbourfront Singapore. Kami menggunakan BatamFast, salah satu operator Ferry Batam Singapura PP.

Pengecekan Imigrasi di Singapura
Setelah kapal ferry sandar di Harbourfront, kami langsung berjalan masuk ke ruang imigrasi sebagai syarat masuk ke Singapura. Setelah proses imigrasi selesai kami keluar dan berjalan ke arah vivo city untuk masuk ke Resort Worl Sentosa, trip hari pertama kami ke Universal Studio. Perasaan kami saat sampai di depan bola dunia Universal Studio antara takjub dan penuh haru dimana kami harus menghabiskan waktu lebih dari 24 jam untuk berusaha sampai di Singapura dari Yogyakarta saat erupsi gunung kelud.
Universal Studio dari tempat istirahat

Tautan yang bermanfaat :
- Tiket Kereta Api, tiket.kereta-api.co.id/
- PO Nusantara, http://www.nu3tara.com/



Next Episode, usaha untuk kembali ke Yogyakarta dari Singapura di keesokan harinya, dimana Bandara Yogyakarta belum beroperasi lihat disini.


20 January 2014

Mengejar Sunrise di Gunung Bromo

Mencari Sunrise di Gunung Bromo, seperti judul film aja..

Cukup sulit untuk menentukan cuaca yang sempurna untuk melihat matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo tapi menurut saya pastinya tidak pada musim hujan (Oktober-April) di Indonesia.

Saya memutuskan pergi ke Bromo pada bulan Desember 2013, yang di musim hujan, ya karena saat ini, permohonan cuti saya disetujui. Mudah-mudahan tidak hujan ketika saya mengambil pemotretan saat mencari sunrise.

Kami pergi dengan grup dikelola oleh biro perjalanan, walaupun ini perjalanan kedua saya ke Bromo, kali ini memang tidak ingin ribet. Dari Jogja, kami pergi menggunakan bus ke Bromo via Malang dan kemudian menuju ke persinggahan pertama ke desa Wonokitri, salah satu dari tiga rute jalan ke Bromo. Daripada rute yang biasa lewat Desa Ngadisari, Desa Wonokitri lebih dekat ke Malang dan lebih dekat ke Gunung Penanjakan, tempat untuk melihat sunrise. Setelah tiba di Wonokitri, karena jalan cukup menantang untuk bus besar, kita berganti moda menggunakan mikrolet untuk pergi ke hotel.

Tiba di Bromo Cottage Hotel pada malam hari, menurut saya Hotel ini cukup bagus, kamar yang seperti cottage namun berbagi dengan kamar sebelah.

Sebelum pergi ke Penanjakan untuk melihat sunrise, biro perjalanan saya sudah memesan kendaraan Jip 4WD untuk berkeliling, kendaraan tersebut membantu kita untuk berjalan melalui rute terdekat ke Gunung Penanjakan, yang merupakan tempat yang sempurna untuk melihat matahari terbit.
Pada 02:00 dini hari, saya bangun kemudian mempersiapkan peralatan : Sony NEX, Lensa, Tripod, jaket, kaus kaki, dan sarung tangan.

Tiba di Penanjakan, ternyata sudah penuh dengan wisatawan lain yang siap untuk mengabadikan sunrise. Sambil mencari lokasi, saya menemukan tempat yang baik di sisi bawah, masih kosong dan tempat cukup bagus.


Karena itu berawan, kita tidak bisa melihat matahari terbit dengan baik, tapi setelah beberapa saat kita bisa melihat gunung-gunung tertinggi di Pulau Jawa.


Untuk muslim, Anda bisa berwudhu untuk Shubuh dari hotel atau di mushola di dekat lokasi.

Setelah selesai melihat matahari terbit, kami pergi ke Bromo dengan jeep.

Jadi, kapan Anda pergi ke Bromo?

Referensi lain yang dapat Anda gunakan :
- http://wikitravel.org/en/Bromo-Tengger-Semeru_National_Park
- Agen perjalanan dari Jogja untuk mengatur perjalanan ke Bromo: BHIVA Tour (Anak Perusahaan dari Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Temple manajemen)
- Bromo Cottage Hotel: http://www.bromocottages.com/facilities.html

01 November 2013

Camping Bersama Anak di Gunung Kidul Yogyakarta

Sebelumnya thanks to keluarga besar alumni Unyil atas pengalaman yang seru camping di pantai Ngandong, Gunung Kidul, Yogyakarta. Trip ini sudah sejak lama direncanakan oleh grup ibu-ibu ini, sebenarnya mau nostalgia dan kangen-kangenan dan yang utama mencoba tenda baru tapi ngajak anak-anak, family camping lah judulnya. Trip ini dilakukan pada tahun 2013 di Gunung Kidul, Yogyakarta. Berikut kami share pengalaman camping bersama anak di pantai
 
Persiapkan Peralatan
Setelah menyesuaikan jadwal, tim ibu-ibu mempersiapkan perlengkapan. Tidak hanya perlengkapan untuk camping saja yang perlu dipersiapkan, peralatan masak, peralatan pribadi dan peralatan untuk anak.
Coba di list adalah :

  • tenda
  • matras
  • bantal
  • sleeping bag
  • jaket
  • kaos kaki buat tidur
  • peralatan pribadi & obat-obatan pribadi
  • obat anti nyamuk
  • P3K
  • baju ganti
  • tas
  • senter & baterai cadangan
  • makanan, peralatan masak & bakar jagung
  • gelas & piring
  • kayu bakar & arang
  • peralatan mainan anak
  • kamera
  • plastik untuk mengangkut sampah
  •  dll..

Nikmati Perjalanan
setelah semua siap dan lengkap, kami berkumpul di rumah tante Mutya, karena searah ke Gunung Kidul. Jam 16 sore kami start dari Jogja ke Gunung Kidul. Selama perjalanan kami menikmati aroma nostalgia bermain di pantai dan tak sadar sampai di kota Wonosari matahari sudah mulai terbenam. Kami memutuskan untuk istirahat sejenak di ruko pinggir jalan wonsari – baron yang disebrangnya terdapat musholla, untuk makan dan sholat sejenak. Salah satu yang kami rekomendasikan adalah warung ayam goreng di sekitar ruko dengan sambel mentahnya yang joss banget..

Pasang Tenda & Siapkan Api Unggun
Kami memutuskan untuk camping di pantai Ngandong, yang merupakan pantai berpasir putih di deretan kawasan pantai Baron – Kukup – Krakal. Kami memilih pantai ini karena sudah familiar dengan pantainya juga mobil bisa parkir cukup dekat dengan bibir pantai. Setelah sampai, kami menurunkan peralatan, menentukan posisi yang tidak terlalu banyak diterpa angin laut dan memasang tenda.
Selain tenda kami mempersiapkan arena api unggun agar suasana camping lebih lengkap, tidak besar namun cukup untuk menghangatkan suasana. Namun kami juga mengingatkan kepada anak-anak agar tidak terlalu dekat dengan api unggun karena panas.

Tidak lengkap api unggun tanpa jagung bakar, jadinya kami membakar jagung yang sudah dibawa sebelumnya. Yummy…

Tidur untuk persiapan pagi
Setelah cukup lelah, dan melihat anak-anak mengantuk kami putuskan untuk tidur di tenda, dilengkapi dengan selimut dari sleeping bag, bantal dari pasir dan jaket serta kaos kaki.

Bermain di Pantai
Sebelum matahari naik, kami sudah bangun untuk persiapan, sholat, dan melakukan ritual pribadi. Bagusnya, pantai ini telah dilengkapi dengan musholla dekat dengan bibir pantai sehingga untuk sholat kita sudah tidak perlu bingung. Begitupun dengan kelengkapan wc, sudah banyak perubahan di pantai ini sejak kami mengenalnya pertama kali tahun 2003-2004.

Dengan terlihatnya pantai, anak-anak mulai antusias, begitu pula dengan kami. Menyiapkan sarapan dan melihat mereka bermain menjadi hal yang baru bagi kami. Selain bermain pasir, anak-anak juga bermain air di pantai.



Lokasi camping

Bermain di bibir pantai

Bermain pasir

Sarapan pagi

Mempersiapkan sarapan
Mempersiapkan sarapan


bermain pasir bersama


Indonesia Indah, gumamnya....
Ayo ma, kita main..




Bebersih dan Pulang
Semakin siang, para wisatawan biasa pengunjung pantai sudah mulai memadati tempat wisata ini, dan seiring waktu akhirnya kami harus pulang dan mengemasi barang-barang kami. Selain mengemasi peralatan, kami juga mengemasi sampah untuk menjaga kebersihan pantai dan menjaga alam ini tetap asri.


So, kapan ajak anak camping?

Thanks to :
Om Dhirga, Tante Mutya, Fai & Bunda, Ran & Ortunya untuk foto dan untuk perlengkapannya..

27 October 2013

Bermain di Pantai Pok Tunggal di Wonosari Yogyakarta

Di tahun 2013, ini kali kedua saya mengajak anak saya bermain di pantai Pok Tunggal di daerah Wonosari, DI Yogyakarta. Dan yang ke empat selama tinggal di Yogyakarta. Saya mengajak anak ke sini karena memang anak saya senang bermain pasir pantai dan senang main air, selain itu pengunjung pantai juga tidak terlalu banyak sehingga cukup leluasa untuk bermain

Setelah semua barang siap mulai dari baju ganti, bekal makanan dan mainan selesai dipacking, mulailah kami berangkat. Perjalanan dimulai dari rumah eyang di Yogyakarta lanjut ke arah Wonosari, menuju ke arah pantai Indrayanti. Jalan akses menuju pantai Pok Tunggal berada sebelum pos TPR dan jalan masuk pantai Indrayanti. Saran saya siapkan uang kecil untuk membantu pemuda di sana mengatur lalu lintas dan harapannya ke depan bisa mengaspal jalan akses ke pantai menjadi lebih baik karena jalannya masih berbatu. Setelah 1 jam sampai juga di bibir pantai, kami memarkirkan kendaraan persis di depan pantai.

Agar mudah bermain, kami menyewa satu payung lengkap dengan tikar seharga Rp. 20.000,- dan anak saya langsung mengeluarkan mainan pasirnya. Dalam benak anak saya mungkin ia ingin membuat istana dari pasir, hehe..

Main Pasir, kunjungan pertama

Main Pasir, kunjungan kedua

Sejauh ini, pantai pok tunggal saya rekomendasikan sebagai tempat menghilangkan penat sejenak di Yogyakarta. Tips dari saya :

  • Usahakan gunakan kendaraan pribadi dan kondisinya sehat karena aksesnya cukup menantang 
  • Siapkan bekal dan mainan secukupnya 
  • Sewa payung untuk istirahat 
  •  Datang agak sore atau lebih pagi agar tidak terlalu panas

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com