Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

05 April 2017

TravelGift : Nostalgia ke Bali

Pada akhirnya akan datang masa dimana memberikan kesempatan orang lain untuk traveling baik sendiri atau bersama-sama itu perlu, bahkan harus.. dalam skala kecil mungkin jalan-jalan ke taman bisa dengan bersepeda bersama, motoran bersama atau naik mobil bersama, skala lebih besarnya bisa memberangkatkan ke tanah suci untuk berumroh atau berhaji bagi keluarga muslim. Di skala yang ada ditengah-tengahnya mungkin jalan-jalan ke kota tertentu baik dalam negeri atau luar negeri.

Pun begitu ketika saya dan istri saya menggagas sebuah TravelGift, sebuah upaya kami memberikan hadiah untuk traveling kepada orang orang yang menurut kami pantas mendapatkannnya.

Orang tua saya sudah sering kali melakukan ini, so.. saya bertanya kepada diri saya, kapan kamu melakukannya untuk orang lain? Kali ini yang menerima gift tidak jauh-jauh, orang tua dari istri saya, dan tujuannya ke Bali.

di GWK.. just us..

Kenapa Bali? ada tiga alasan utama.. Pertama karena eyang putri saya sudah pernah diajak ke Bali, saya ingat itu penerbangan kedua anak saya, masih umur 4 bulan dia ke Bali. Kedua, eyang kakung punya sohib di Denpasar, seringkali sohibnya itu yang datang ke rumah mereka, namun kebalikannya ketika ditanya sudah pernah sowan ke rumahnya di Denpasar? Belum... Ketiga, karena tetangga saya sebelah rumah yang menyarankan kami jalan-jalan ke Cepu dulu, pindah ke Bali, jadinya sekalian silaturahmi.


Perjalanan dari Jakarta ke Denpasar kami menggunakan Citilink, sudah sering sekali kami menggunakan maskapai ini untuk liburan bersama keluarga di area Indonesia, kebetulan juga pada waktu itu Citilink menawarkan harga yang murah dibanding maskapai lainnya.Citilink juga lah yang mengantarkan westborneoroad'ers jalan-jalan ke Pontianak.

Citilink ke Bali

Sedangkan penginapan kami pesan di daerah kuta, bukan dekat pantai kuta tapi sekitar pabrik baju Joger, karena orang tua kami ini senang sekali dengan produk-produk buatan dari Joger, yang pastinya kalau mau cari oleh-oleh buat cucu-cucunya deket, cukup jalan kaki. Selain itu posisinya juga tidak terlalu jauh dari bandara dan tidak sulit mencari makanan halal bahkan nemu mie aceh yang bisa disambangi dengan jalan kaki.

hotel Harris

Begitu landing di Bandara I Gusti Ngurah Rai, sudah kami pesankan jemputan dari Bandara ke Hotel, ya memang bayar, tapi tidak masalah dan apa iya mau itung-itungan? Daripada demi sebuah taksi mereka harus jalan kesana kemari... Lebih baik membayar lebih... Selain itu supaya nama mereka tertulis di sebuah papan yang diangkat-angkat oleh petugas, sepertinya membuat mereka bangga..

Ah, itu tidak seberapa dibanding apa yang sudah dilakukan mereka hingga saat ini.

So.. Kemana saja tujuan travelgift kali ini?...

Pabrik Kaos Joger
Seperti apa yang sudah kami duga, Joger akan menjadi tujuan pertama yang akan disambangi pertama kali, alasannya? karena memang itenarynya baru esok hari jalan-jalan ke tempat yang mau disambangi di sekitaran Denpasar dan daerah Karangasem.

Pabrik Kata Joger, bagian anak-anak



Jika ada cerita yang unik, adalah melihat kembali anak saya masih cukup untuk masuk terowongan ke area anak-anak di Joger, dia mengingat kembali apa yang dilakukannya dulu, sambil tersenyum-senyum dan tersipu tentunya.


Masjid untuk Sholat Jumat,
Hari kedua dimulai dengan janjian dengan driver-nya mas Agung, mas Agung ini warga lokal bali yang hampir setiap saya ke Bali dialah orang yang sering saya kontak. Sebelumnya kendaraan ini sudah pesan ke beliau. Untuk urusan tarif, kami gak mikir tarif, wong sama temen sendiri, temen main dari jaman masih sekolah pula. Yang penting orang tua dan keluarga enak dan saya yakin dengan pelayanannya.

Tujuan pertama adalah masjid, karena hari itu adalah hari jumat dan harus Jumatan, terpilihlah Masjid Agung Sudirman.. gara-gara parkirannya jam 11 sudah rame dan bikin khawatir gak dapat tempat parkir, jadi ya sudah mulai jam 11 sudah standby di masjid. Sedangkan saya karena masih ada urusan di area Kuta ya sholat jumatnya di sekitar Kuta.

Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Bali


Setelah selesai jumatan barulah beranjak ke tujuan utama di Bali.. Nostalgia..


Garuda Wisnu Kencana alias GWK

pintu masuk GWK

Esok harinya itenary kami adalah ke GWK Cultural Park, melihat tempat wisata yang belum pernah mereka lihat, baru istri saya saja yang sudah pernah ke GWK ini. Beruntung kami menempatkan GWK pada posisi pertama tujuan di hari itu karena sepi dan cerah.

sepi... menarik..

Bagi yang ingin ke GWK, saat ini sudah ada angkutan umum berupa bus yang tujuannya adalah GWK dari kota Denpasar. Selain menikmati alamnya, masih ada pertunjukan tari-tarian daerah Bali dan film Garuda Kecil.

melihat tarian di GWK

melihat film animasi di GWK


Pantai Pandawa
Sudah bisa ditebak, pantai pasti menjadi tujuan wisata kami di Bali.. kali ini pantai Pandawa, pantai pasir putih di bagian selatan pulau Bali menjadi tujuannya.. Anak saya sangat suka pantai, dari hanya main pasir di pantai, main layang-layang di pantai hingga berkemah di pantai pun sudah dilakukannya. 

main di pantai Pandawa

Dasar anak pantai, ada aja ceritanya.. kami memang sengaja tidak membawakan pakaian renang untuk anak saya kali ini, intinya supaya cepat, mudah berpindah dari spot satu ke spot lain tapi apa daya, ketika saya bilang "sebentar aja ya mainnya.." dijawabnya "Oke pa, sebentar aja... "

Tapi buktinya adalah "sebentar lagi ya pa... sekali lagi...", hahahaha... dan kami pun menunggu sebentar dan sekali lagi versinya hingga waktu makan siang pun lewaaat...

suasana pantai pandawa

menunggu ombak sambil melihat laut yang cantik

Alhasil, ketika perutnya mulai terasa lapar dia mengalah dengan sendirinya... "dadah pantai...."

Kuta 
Gak lengkap kalau tidak ke Kuta, sayangnya kali ini kondisi kuta lagi kurang bersahabat, dulu jaman masih backpacker-an, Pantai Kuta cukup bersih, bahkan saya dan teman saya menghabiskan waktu bermain sepak bola ditemani matahari yang akan tenggelam menandakan hari berganti malam.

ombak, larii...


Akhirnya, dengan bermain sebentar di pantai dan mengatakan "ini pantai kuta ya" sudah cukup bagi orang tua kami dan anak saya menyatakan sah sampai Bali. Sedangkan saya dengan cara berlari di sepanjang garis pantai.

Big Garden Corner
Tempat yang sedang ngehits karena menjadi spot untuk ber-selfie ria ini terletak di sekitar Sanur, tempatnya persis di perempatan lampu merah. 

Big Garden Corner

Tidak semua warga lokal tahu tempat ini, termasuk juga driver kami, beruntungnya google maps sudah update dan tidak salah menempatkannya di peta digital. Setelah membayar tiket yang digunakan juga sebagai voucher minuman ringan, kami masuk, istri saya kaget bukan kepalang, bukan karena anak saya senang tetapi karena lihat orang tuanya tiba-tiba langsung cekrek cekrek... selfie..

Bersantai di Big Garden Corner


Pulang dengan Airasia
Akhirnya harus pulang juga, pilihannya kali ini dengan airasia, bukan dengan airasia premium flex seperti yang saya gunakan sebelumnya dari Bali, kali ini dengan kelas biasa kembali lagi alasannya harga cukup bersahabat dan waktunya pas. Selama menunggu boarding di bandara, anak saya bermain di area playground khusus anak yang kebetulan dekat sekali dengan pintu keberangkatan Airasia.

pulang, by Bali


Hampir dua jam terbang, akhirnya landing juga di Soekarno Hatta, kemudian menunggu bagasi dan akhirnya pulang ke rumah.

Mana Nostalgianya?...
Nostalgianya sebenarnya setelah jumatan, kakek diantarkan ke rumah sohibnya, ngobrol dan diajak jalan-jalan mutar-mutar Denpasar, melihat usaha paska pensiun yang dilakukan sohibnya dengan berdagang tanaman. Melihat senyum dan semangat saat beliau bercerita sudah menggambarkan betapa membekas kesempatan ketemu sohibnya ini.

Sedangkan Istri, Nenek dan anak saya jalan ke Karangasem, ke rumah tetangga saya yang pindah itu, ternyata di sana mereka disambut dengan hangat, cerita ngalor ngidul sambil menunggu anak saya bangun tidur, hehe... eeh, pas bangun trus pengen pulang cari kakeknya, biasaa...


***
 
every pence you sped for them, must be worthed.. really... when you'll give a #travelgift?

 

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com