Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

29 April 2017

Berlari Half Marathon di Mandiri Jogja Marathon 2017

Sudah lama kami tidak ke kawasan Candi Prambanan, seingat saya terakhir adalah saat mau menonton sendra tari Ramayana yang versi open air, itu sudah lama sekali.. ketika ada ajakan teman saya yang hobi berlari, yo.. mulih karo mlayu ning Prambanan yo.. saya pun antusias, karena ini akan menjadi pengalaman Half Marathon pertama di Jogja. Sekalian pulang ke daerah dimana saya belajar, juga mengenang sejarah Indonesia, sambil berlari pula..

Mandiri Jogja Marathon 2017


Memilih Jarak Lari
Saya hobi berlari, walaupun levelnya tidak seperti menyelam, tapi cukupan lah bagi seorang pelari pemula, overweight pula... Pilihannya di web Mandiri Jogja Marathon 2017 ada 5K, 10K, Half Marathon 21K dan Full Marathon 42,195K dan saya memilih Half Marathon, 21 Kilometer... buat pelari pemula yang pas-pasan ya.. cukupan lah..


Pengambilan Race Pack
Pengambilan race pack ini yang ternyata membuat saya kewalahan, sebenarnya bisa saja dikuasakan dan saya sudah membuatnya. Tetapi apa daya... yang saya titipi sibuk bener.. akhirnya saya sendiri pukul 5.50 sore di hari sabtu, mengambil race pack.. 10 menit sebelum waktu pengambilan race pack di hari terakhir resmi ditutup.

Race Pack Collection di Kawasan Candi Prambanan
Ya mau gimana lagi, saya baru sampai Jogja sabtu sore (22 April 2017) karena telat dapat tiket kereta yang agak manusiawi. Beruntung Traveloka punya fitur mencari tiket kereta dengan model pencarian "semua stasiun di kota", maju satu langkah dibanding yang lain dengan pencarian per stasiun. Berbekal ngos-ngosan, menembus hujan deras, macet karena perbaikan jembatan pus traffic di Jogja yang muantab kalo pas libur panjang.. lengkap..

Race Pack Mandiri Jogja Marathon 2017


Akhirnya dapat juga paket race pack, ada baju lari, warna biru muda, nomor dada, agenda, dan peta rute lari. Kesemuanya itu dibalut dalam satu paket tas berwarna kuning ngejreng...

Oke.. ready for next day...


Race Day

Kawasan Candi Prambanan di pagi hari buta


Karena saya mengambil kategori Half Marathon, yang jadwal startnya 5.15 jadi saya masih bisa persiapan dan sholat dulu sebelum naik kendaraan (dianterin) dan sampai Race Village di Kawasan Wisata Candi Prambanan. Ternyata mewah juga, toilet lengkap, baggage drop juga cukup oke walaupun menurut saya kurang penerangan dan kurang papan penunjuk arah.. Saya teringat, ketika saya berjalan ke start lane masih ada peserta FM yang tertinggal dan tidak tahu dimana tempat menaruh tas, saya hanya menunjukkan "di sebelah sana pak" (maaf ya pak belum bisa bantu).

penanda arah di race village


Start Half Marathon dipandu oleh MC, seingat saya mbak Melanie Putria yang juga pehobi lari, flag off Half Marathon yang awalnya akan di lakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X diganti, saya lupa jadinya siapa yang mengibarkan bendera start, apa dari Bank Mandiri?... tiba-tiba.. toeeeet, satu...

Start untuk Half Marathon


Tuk..Tuk..Tuk... (anggap aja) suara sepatu pun mulai terdengar, pelari pun, termasuk saya berlari tentunya dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.. saya agak kaget di lari kali ini, rute yang dilewati ternyata mixed, ada aspal halus, ada conblock, ngelewatin polisi tidur, dan campuran jalan rusak.. kalau genangan air saya masih maklum karena sehari sebelumnya hujan deras, malamnya petir masih menggelegar. 

Di kilometer awal-awal, KM 1-2, sebenarnya panitia sudah menyediakan beberapa lampu penerangan (sepengelihatan saya), karena lampunya seperti lampu portabel, namun ya itu.. perlu tambahan sedikit lagi supaya lebih terang biar kelihatan...

Urusan hidrasi yang biasanya sedikit, kali ini memang mendapat perhatian khusus.. bahkan pre-race hydration point saja ada.. tiap dua kilometer ada tempat minum, selain itu ada fruit (a.k.a banana) station..  sponge station (busa untuk pendingin badan) ada.. springkler (shower) untuk sekedar membasahi diri juga ada, dan saya coba yang satu ini... kalo toilet dan musholla juga ada tapi saya gak mampir.

KM 3-8 itu cukup menanjak, cukup menghabiskan banyak energi, tetapi ketika sudah memasuki KM 9-17, pemandangannya asik, walaupun lari menghadap ke arah timur, atau menantang sinar matahari, gunung Merapi nun jauh disana menyapa, sawah-sawah hijau juga berada di samping-samping pelari..


Pemandangan sawah dan Gunung Merapi di kejauhan

Di KM 17-21, Jalur lari dengan pemandangan seratus delapan puluh derajat dibanding ibukota ini memang membuat pelari berdecak kagum (sambil terengah-engah).. karena eksotisme candi-candi purbakala yang dilewati..

Pemandangan candi-candi di jalur lari


Nggrundel.. (menggerutu) tetap ada, terutama beberapa pelari half marathon yang disuruh kembali oleh marshall (pengarah lomba) karena katanya salah jalan,.. dan kami berputar arah.. lihat kanan-kiri ternyata arahnya tetap benar.. ya mau gak mau tambah jauh (dikit) deh...

Keep running..


Nggaya Sih!!... 
Batinku bar lewat finish line karo misuh-misuh...

Nggaya.. (terlalu bergaya).. membuat kegiatan lari bisa menjadi sedikit tidak menyenangkan.. itu juga yang terjadi ketika saya berlari... Kenapa? Pertama Kram.. Alamaaak... dan itu terjadi sekitar KM 14, berulang hingga finish line.. Walaupun memang jempol kaki kanan memang masih terasa sakit karena cedera saat main badminton beberapa minggu sebelumnya.. pemanasan sudah, persiapan sebelum even sudah walaupun tidak terlalu baik, kenapa ya tiba-tiba kram.. walaupun saya memang punya riwayat kram, dari jaman olahraganya cuma berenang untuk terapi sudah sering kram. Kedua, lecet.. berdarah.. Namanya nasib..



21K Finisher Medal


Setelah melewati garis finish, sambil mengatakan ASTHMA CAN RUN!.. dapat juga medali finisher 21K, ditambah kartu E-money isi 25 ribu rupiah dengan gambar logo Mandiri Jogja Marathon 2017.. selain itu masih ada yang dicari.. air minum dan buah, kali ini...

Walaupun kram, saya bersyukur masih bisa finish dibawah COT (Cut Off Time) atau batas waktu maksimal seorang pelari menyelesaikan jarak tempuh lari dan bisa dinyatakan lulus dalam lomba lari.
Tentunya kejadian ini menjadi evaluasi, apa aja sih yang menyebabkan seperti ini? Persiapan beberapa hari menjelang race day yang kurang


Apa saja persiapan yang dianggap kurang?

Pertama, kurang tidur atau relaksasi sebelum raceday, akan ada sedikit adrenalin yang naik ketika kita mulai berfikir, tangal segini lari, besok lari.. padahal yang harusnya rileks jadi gak rileks dan menyebabkan badan kurang fit. Bagi saya pribadi, menunggu anak dan istri yang sampai Jogja di sabtu malam juga punya kontribusi terhadap ini, hehe..

Kedua, merubah kebiasaan sebelum lari.. misal sudah sering lari nih, kebiasaan pagi setelah bangun tidur sebelum lari adalah ke WC, sholat, buang air, tanpa mandi dulu, tanpa minum dulu.. tiba-tiba pengen tambah ganteng atau tambah cantik mandi dulu, make up dulu, gak buang air dulu, minum dulu.. Kesemua itu tak bisa merubah bau keringat setelah lari tapi bisa membuat badan kaget, parahnya ya perut sakit, kram..

Ketiga, mengganti-ganti sepatu yang tidak biasa.. (abaikan bagi barefoot runner atau pelari tanpa sepatu).. mengganti sepatu dengan alasan agar ganteng di socmed tanpa memikirkan dampaknya bisa mengakibatkan kaki kaget dan gagal beradaptasi terhadap cara lari, kram ujung-ujungnya..

Keempat, pakai baju gak pas.. ini biang lecet jadinya berdarah lah salah satu bagian badan ini.. so, penting sekali memastikan ukuran kaos lari sebelum lari.. hindari pakaian yang terlalu longgar dan terlalu sempit, kesemuanya ini murni opini pribadi

Kelima, khusus bagi pengidap asma perlu menghindari pencetus asma, salah satu pencetus asma adalah kondisi bantal atau kasur.. berlari di luar kota tempat tinggal tentunya punya pekerjaan rumah untuk memastikan tempat tidur tidak menjadi momok.. ngik.. ngiiiiik... ngiiiiiiik..

Festival Kopi


Mandiri Jogja Marathon ditutup dengan menikmati kopi di Festival Kopi Nusantara dan makanan yang ada di food hall dengan hadiah e-money tadi, sambil sesekali keluar ke dekat panggung menikmati alunan band.. Dan pulang dengan bus transjogja..


Panggung Acara


Overall mantap penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon kali ini, dengan peningkatan di beberapa poin seperti adanya fotografer resmi, kondisi rute, penerangan, penambahan atribut / penanda jalur, tentunya membuat saya berkata Yo.. mlayu meneh yo..

"Berapa waktu finisnya pa?" tanya istri saya..
"lumayan... 2jam-an lebih,.." sambil pijet kaki... jawab saya..

bersama teman-teman yang mengambil 21K


***



Didedikasikan bagi semua pengidap asma yang bermimpi menyelesaikan satu demi satu kilometer lari tanpa khawatir terserang asma, because #asthmacanrun, with no inhaler... 

4 comments:

  1. congrats mas #atshmacanrun :) btw flag off nya kayanya gantian . Sri Sultan dah open yg fm .

    ReplyDelete
  2. Cot. Cut off time.
    Typo dikit vroh.
    Malem minggu ketemu dinner.
    Abis finish ketemu lagi.
    Hahaha...
    Mantab.
    AsmacanRun, lawan asma dgn lari. Jgn kalah sama asma..

    ReplyDelete

Blog Archive

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com