Indonesian who support traveling with family or kids, take photo and diving

07 December 2017

Pengalaman Naik Pesawat Boeing 737 Max 8 dari Lion Air

Akhir tahun 2017, saya berkesempatan untuk terbang dengan maskapai Lion Air  ke Kuala Namu - Medan, salah satu maskapai di Indonesia yang mempunyai barisan armada dengan umur fleet cukup muda. Ekspektasi saya terhadap maskapai ini sebenarnya cukup tinggi, maksudnya ekspektasi terbang tepat waktu karena sebelum memesan penerbangan ini saya sudah bertanya kepada teman-teman yang berdomisili di Medan.

livery khas Lion Air dengan jenis pesawatnya
Ternyata ekspektasi tersebut jadinya luntur juga.. Sudah sebelumnya check in lalu berlari-lari setelah sholat jumat di Terminal Kedatangan 1A bandara Soekarno Hatta, masuk gate boarding Terminal 1B tepat waktu tapi disambut dengan pengumuman "penerbangan anda terlambat 2 jam"... haha.. ya sudah...

suasana check in di Terminal 1 B

Menunggu boarding 2 jam disibukkan dengan mendengarkan musik, menonton tv dan menikmati cemilan yang diberikan sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan. Dua jam ternyata masih ditambah sedikit 30 menit akhirnya kami boarding, pakai bus pula karena pesawat parkir di terminal yang lain.

Tetapi turun bus dan sampai di apron, saya terkejut karena melihat pesawat yang akan saya naiki adalah Boeing 737 Max 8, salah satu jenis pesawat terbaru dan baru dioperasikan di Indonesia oleh Lion Air.


pesawat di apron

Boeing 737 Max 8 merupakan upgrade dari versi 737 NG, hanya ada beberapa perbedaan seperti beda ujung sayap yaitu wingtip "split tip" dan beda desain engine (mesin).

winglet dengan "tip" khusus tipe split

mesin pesawat yang unik


side by side dengan 738 milik Lion Air


Masuk ke bagian kabin, ternyata interiornya sudah Sky Blue Interior, cover tempat duduk dibalut kulit berwarna biru. Sky Blue Interior  dioperasikan secara touchscreen oleh pramugari.  Selain itu legroomnya lumayan. Namun bila ingin sedikit lega agar tidak duduk di 10A karena tidak ada jendela dan untuk panel kabin sama dengan Garuda Indonesia.

legroom

Panel di atas penumpang


Untuk urusan kursi dibalut dengan cover dengan bahan kulit, ukuran legroom masih sama dengan Lion Air yang lain, namun bedanya di bagian sandaran kepala ada penyangga seperti pesawat full service yang ada penyangga dan dapat diatur. Sehingga enak untuk membantu tidur selama penerbangan.

sandaran kepala

Karena penerbangan Lion Air merupakan tipe LCC, sehingga tidak ada inflight meals. Namun karena kami merupakan penumpang yang beruntung mendapatkan makanan kompensasi ya makanan yang sudah disediakan dinikmati di atas saja...

biskuit pasca penerbangan delay


majalah lionmag



Salah satu yang saya apresiasi adalah pak Pilot W. Simon yang berkewarganegaraan Belanda berhasil mengawal proses landing pesawat yang harus dilakukan dalam kondisi cuaca hujan lebat sambil berusaha berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia.. Saya tertawa ketika dia berkata "goyang-goyang" yang mungkin menjelaskan tentang turbulensi. Keluar dari pesawat saya berikan acungan jempol kepadanya dan dia membalasnya.

pesawat sewaktu di atas Sumatera Barat

Kalau kalian penikmat pesawat.. cobalah salah satu pesawat terbaru buatan Boeing ini..


Have a safe flight..


0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Copyright © West Borneo Road Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com